
NARASITODAY.COM, SUMEDANG – Seorang siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terpaksa menghentikan pendidikannya di bangku kelas 8 akibat kondisi ekonomi keluarga.
Siswa yang diketahui berinisial I itu disebut harus berhenti sekolah untuk membantu orang tuanya berjualan, lantaran tekanan ekonomi yang dihadapi keluarga. Padahal, I dikenal sebagai siswa yang sedang giat-giatnya menempuh pendidikan.
Kisah tersebut menjadi perhatian publik setelah momen perpisahan I dengan teman-teman sekelasnya viral di media sosial.
Video tersebut diunggah melalui akun TikTok @8imazing, yang merupakan akun milik kelas tempat I menimba ilmu.
Dalam video itu, terlihat suasana haru saat teman-teman sekelasnya menggelar perpisahan sebelum waktunya. Satu per satu siswa menyalami I, bahkan tak sedikit yang menangis.
“Assalamualaikum Bapak Gubernur Kang Dedi Mulyadi, kami siswa-siswi SMP 1 Tanjungsari Sumedang,” tulis postingan tersebut yang dikutip pada Selasa, 21 April 2026.
“Salah satu teman sekelas kami ada yang putus sekolah demi membantu menghidupi keluarganya,” tambah tulisan diakun TiKTok, @8imazing.
Momen perpisahan tersebut berlangsung penuh emosional. Dengan mata berkaca-kaca, I berpamitan kepada teman-temannya.
Tangis dan pelukan mewarnai suasana, menggambarkan kesedihan yang dirasakan oleh seluruh siswa di kelas tersebut.
“Padahal teman kami sedang rajin-rajinnya sekolah tetapi disuruh putus sekolah sama orang tuanya demi membantu menghidupi keluarganya,” ungkap postingan tersebut.
Dari informasi yang beredar, saat ini I membantu orang tuanya berjualan ayam goreng di kawasan Alun-alun Tanjungsari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang sedang berjualan di Alun-alun Tanjungsari depan Damkar (Pemadam Kebakaran),” tulis postingan serupa.
Teman-teman sekelasnya berharap kisah ini mendapat perhatian luas, sekaligus membantu meningkatkan penjualan usaha keluarga I.
“Kami harap bisa membantu memviralkan jualannya agar laku dan laris, boleh cek video yang ada di akun TikTok kami,” terangnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait viralnya video perpisahan siswa tersebut.













