Harga Kabel di Pasar Glodok Melambung, Pedagang Mengeluh Tekanan Ekonomi

0
Pasar Glodok
Ilustrasi Sebuah komposisi dinamis dari kabel dan kawat kusut berwarna-warni.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di lorong-lorong sempit Pasar Glodok, Jakarta Barat, aroma khas karet dan logam menyambut para pencari komponen listrik. Namun, Kamis sore itu (23/4/2026), suasana terasa sedikit berbeda. Bukan karena sepinya pembeli, melainkan karena label harga yang diam-diam mulai berubah.

Lonjakan harga tembaga di pasar global serta kenaikan ongkos produksi bahan baku plastik kini mulai terasa dampaknya di hilir. Kabel-kabel yang menjadi urat nadi instalasi bangunan kini mengalami kenaikan harga rata-rata hingga 15%. Bagi para pedagang dan kontraktor, kenaikan Rp3.000 hingga Rp10.000 per meter bukan sekadar angka, melainkan beban tambahan yang menyesakkan.

Kurnia, salah satu pemilik ruko di kawasan Glodok Jaya, tampak sedang menata gulungan kabel NYM. Ia mengakui bahwa beberapa hari terakhir, dirinya terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.

Baca Juga :  Industri Kakao Indonesia: Momen Kritis untuk Menguasai Pasar Internasional

“Iya, mulai ada kenaikan harga kabel, naiknya beda-beda, tergantung jenisnya dan panjangnya, ya kebanyakan naiknya sampai Rp3.000 – Rp5.000,” ujar Kurnia saat ditemui di lokasi.

Ia merinci, kabel jenis NYM 2×1.5 yang biasanya dilepas seharga Rp18.000 per meter, kini sudah menyentuh angka Rp21.000. Bahkan untuk tipe yang lebih tebal, harganya kian melambung.

“Ini aja yang NYM, tadinya Rp18.000 per meter, sekarang sudah Rp21.000 per meter, bahkan ada yang sudah mencapai Rp30.000 per meter,” tambahnya lesu.

Keresahan serupa diungkapkan oleh Hans, pedagang kabel lainnya. Baginya, situasi ini sudah melampaui fase kenaikan wajar.

“Benar, sudah mulai naik harganya, malah bukan lagi naik, tapi ganti harga,” cetus Hans singkat menggambarkan betapa cepatnya perubahan banderol harga di tokonya.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor Tegaskan Program Kebijakan Pemkab Bogor Harus Selaras Dengan Asta Cita Pemerintah Pusat

Jeritan Pedagang Kecil

Meski sebagian besar toko sudah menaikkan harga, masih ada pedagang seperti Mei Mei yang mencoba bertahan dengan stok lama. Namun, ia menyadari bahwa “benteng” harga stabil di tokonya tidak akan bertahan lama jika pasokan baru datang dengan harga tinggi.

“Soal harga naik, di toko kami belum ya, masih stabil, ini kabel NYM 2×0,75 2 meter aja masih Rp20.000, tapi memang ada informasi kenaikan,” kata Mei Mei.

Bagi Mei Mei, kenaikan harga bahan bangunan dan alat listrik ini merupakan ancaman bagi kelangsungan usahanya. Dengan nada sarkastik yang getir, ia menggambarkan beratnya situasi saat ini.

“Ya kalau bisa jangan naik sih, makin terhimpit kami nanti, kalau bisa kiamat, kiamat saja lah,” keluhnya.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Pantau Langsung Penataan Kabel Fiber Optik Demi Kenyamanan dan Keselamatan Publik

Tak hanya kabel instalasi listrik, kabel jaringan atau LAN pun tak luput dari tren kenaikan ini. Eliza, pedagang di Harco Glodok, menyebut merek populer seperti Belden UTP CAT 6 kini dibanderol Rp10.000 per meter, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp7.000.

Daftar Kenaikan Harga Kabel di Glodok (Per 23 April 2026)

Jenis Kabel Harga Lama (per meter) Harga Baru (per meter)
NYM 2×1.5 Rp18.000 Rp21.000
NYM 2×2.5 Rp25.000 Rp28.000
NYM 3×2.5 Rp21.000 Rp31.000
NYA 1.5 mm Rp9.800 Rp12.800
LAN Belden UTP CAT 6 Rp7.000 Rp10.000

Kenaikan yang terjadi secara serentak ini diprediksi akan berdampak luas pada sektor konstruksi dan jasa renovasi rumah, mengingat kabel merupakan komponen primer yang tidak bisa disubstitusi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com