Gugur dalam Misi Perdamaian, Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel yang Menewaskan Praka Rico Pramudia

0
Praka Rico Pramudia
Praka Rico Pramudia, prajurit TNI.Foto : Ist

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Bendera setengah tiang selayaknya berkibar di hati sanubari bangsa. Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera UNIFIL, Lebanon.

Praka Rico mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026 lalu. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi @Kemlu_RI pada Jumat (24/4/2026).

Perjuangan di Meja Medis

Di balik dinginnya laporan diplomatik, terselip kisah perjuangan medis yang panjang. Sejak insiden ledakan terjadi, Pemerintah Indonesia telah melakukan koordinasi intensif dengan UNIFIL, Pemerintah Lebanon, serta tim medis ahli di Beirut untuk memberikan perawatan terbaik bagi sang penjaga perdamaian.

Baca Juga :  Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran Setelah Permintaan Pemimpin Regional

Namun, takdir berkata lain. Luka yang diderita prajurit kebanggaan pertiwi ini terlalu parah untuk didekap kesembuhan.

“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” ungkap pernyataan resmi yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri RI.

Pemerintah menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan pengabdian ini berlalu begitu saja.

“Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Kejuaraan Asia Woodball 2025 Resmi Dibuka di Bogor, Indonesia Targetkan Gelar Juara Umum

Kejahatan Perang dan Desakan Investigasi

Gugurnya Praka Rico memicu gelombang kecaman keras dari Jakarta. Indonesia secara tegas menyebut tindakan militer Israel terhadap personel pemelihara perdamaian PBB sebagai tindakan yang tidak bisa ditoleransi.

Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tulis pernyataan tegas pemerintah.

Indonesia kini mendesak PBB untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel. Tujuannya jelas: mengungkap fakta di balik moncong tank Israel tersebut dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas nyawa yang hilang.

Keamanan yang Tak Dapat Ditawar

Saat ini, fokus pemerintah adalah memastikan kepulangan almarhum ke tanah air dengan cara yang paling mulia. Koordinasi dengan UNIFIL terus dipercepat agar proses repatriasi jenazah dapat dilakukan segera.

Baca Juga :  Dukung Penuh Peluncuran Panduan Antikorupsi, Rudy Susmanto Yakini Generasi Muda Bisa Wujudkan Indonesia Emas 2045

Lebih dari itu, insiden ini menjadi alarm bagi keamanan seluruh personel PBB di wilayah konflik.

“Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Oleh karenanya, Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan,” pungkas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Praka Rico Pramudia kini telah menyelesaikan tugasnya. Ia pulang bukan sekadar sebagai prajurit, melainkan sebagai martir perdamaian yang namanya akan terukir dalam sejarah diplomasi kemanusiaan Indonesia.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com