NARASITODAY.COM,PYONGYANG – Sebuah monumen baru berdiri tegak sebagai simbol pertalian darah antara Pyongyang dan Moskow. Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi menyatakan bahwa negaranya tidak akan bergeser selangkah pun dalam mendukung kebijakan Rusia, terutama di tengah dinamika politik internasional yang kian memanas.
Laporan media pemerintah KCNA pada Senin (27/4/2026) mengungkapkan bahwa komitmen tersebut disampaikan Kim saat menerima delegasi tingkat tinggi Rusia yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Andrei Belousov.
Pertemuan ini bertepatan dengan upacara peresmian monumen peringatan bagi tentara Korea Utara yang gugur dalam pertempuran di wilayah Kursk, Rusia wilayah yang menjadi titik krusial sejak serangan masuk pasukan Ukraina pada 2024 silam.
Simbol Pengorbanan di Kursk
Sentuhan emosional terasa kuat saat Kim Jong Un mengangkat peran para prajuritnya bukan sekadar sebagai bantuan militer, melainkan simbol kesetiaan tertinggi. Di atas marmer monumen tersebut, Kim menggoreskan pesan tulisan tangan yang menyentuh sisi patriotisme:
“Jiwa para prajurit yang gugur akan hidup selamanya bersama kehormatan besar yang mereka pertahankan,” tulis Kim sebagaimana dikutip oleh KCNA.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Kim untuk membingkai keterlibatan militer di luar negeri sebagai narasi kepahlawanan nasional. Berdasarkan data dari pihak Barat dan Ukraina, sekitar 14.000 pasukan Korea Utara dikerahkan ke Kursk pasca-penandatanganan pakta pertahanan bersama, dengan estimasi kerugian mencapai 6.000 nyawa.
Mempererat Kemitraan Strategis
Selain aspek memorial, kunjungan ini juga menjadi ajang penguatan diplomasi formal. Kim mengadakan diskusi mendalam dengan Vyacheslav Volodin, Ketua Parlemen Rusia sekaligus sekutu dekat Vladimir Putin. Keduanya sepakat untuk mengakselerasi implementasi perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang telah disepakati sebelumnya.
Dalam sebuah pernyataan tegas, Kim menjamin bahwa dukungan Pyongyang terhadap invasi Rusia yang dimulai sejak Februari 2022 adalah harga mati.
“Pemerintah Korea Utara akan terus sepenuhnya mendukung kebijakan Rusia dalam mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan kepentingan keamanan,” tegas Kim.
Surat dari Kremlin
Dukungan ini pun disambut hangat oleh Moskow. Melalui surat resmi yang dibacakan dalam upacara peresmian monumen, Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa aliansi kedua negara kini berada di level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Melalui upaya bersama, Rusia dan Korea Utara berjanji untuk terus memperkokoh pilar-pilar kemitraan strategis mereka di tengah tekanan global.
Upacara ini seolah mengirimkan pesan kepada dunia bahwa bagi Pyongyang dan Moskow, perbatasan bukan lagi pembatas, dan sejarah baru sedang ditulis di atas pengorbanan di medan perang.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













