Serangan Drone Ukraina Hantam Pemukiman di Ekaterinburg, Sembilan Luka-Luka dan Evakuasi Massal

0
drone Ukraina
Ilustrasi Tembak jatuh drone.Foto : Istock

NARASITDOAY.COM, EKATERINBURGKetenangan fajar di jantung wilayah Ural, Rusia, koyak seketika pada Sabtu (25/04/2026). Sebuah serangan drone Ukraina berhasil menembus jauh ke dalam wilayah Federasi Rusia, menghantam sebuah gedung pemukiman di pusat kota Ekaterinburg sekitar 1.700 kilometer dari medan perang utama. Serangan ini tak hanya merusak infrastruktur sipil, tetapi juga memaksa warga yang tengah terlelap untuk berlari menyelamatkan diri.

Gubernur wilayah setempat, Denis Pasler, mengonfirmasi bahwa sedikitnya sembilan orang terluka dalam insiden tersebut. Ledakan yang terjadi memicu evakuasi besar-besaran bagi lima puluh penduduk yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di bawah kepulan asap dan sirine darurat.

Luka di Balik Kepulan Asap

Meski serangan menyasar fasilitas sipil, pihak berwenang melaporkan bahwa dampak fatal berhasil diminimalisir. Salah seorang korban wanita dilarikan ke rumah sakit, namun sebagian besar warga terdampak hanya mengalami gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Antisipasi Topan Fung-wong, Taiwan Evakuasi Lebih dari 3.000 Warga

“Tidak ada satu pun dari mereka yang mencari bantuan medis berada dalam kondisi serius. Sebagian besar didiagnosis mengalami penghirupan asap ringan dan mereka terus menerima perawatan,” ujar Gubernur Denis Pasler melalui keterangan resminya.

Hantaman drone ini segera direspon dengan pemberlakuan status darurat. Protokol “Karpet” (Carpet Plan) diaktifkan, sebuah prosedur keamanan udara ketat yang melumpuhkan sementara seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Koltsovo demi mengantisipasi gelombang serangan susulan.

Instruksi di Tengah Keadaan Darurat

Di tengah kepanikan warga, Pasler mengeluarkan instruksi tegas guna menjaga kerahasiaan pertahanan udara dan ketertiban umum. Ia menekankan bahwa dalam perang modern, informasi visual dapat menjadi senjata bagi lawan.

Baca Juga :  Perang Rusia-Ukraina Diperkirakan Telah Menewaskan dan Melukai Hingga 2 Juta Orang

“Tetap tenang dan waspada. Saya menyarankan warga untuk tidak keluar rumah, dan mengingatkan publik bahwa mempublikasikan foto atau video drone beserta dampaknya adalah hal yang dilarang,” tegas Pasler dalam pesannya kepada masyarakat.

Secara nasional, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat 127 drone dalam satu malam yang tersebar dari Krimea hingga wilayah Chelyabinsk, menandakan eskalasi serangan udara yang kian meluas.

Tembok Buntu Diplomasi

Serangan di Ekaterinburg ini memperuncing narasi taktik teror yang dituduhkan Kremlin terhadap Kyiv. Moskow menilai serangan ke pemukiman warga merupakan pelampiasan frustrasi Ukraina atas kebuntuan di garis depan militer.

Baca Juga :  Calon Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Hotel OYO Dramaga

Situasi kian diperparah dengan hilangnya harapan pada meja perundingan. Di saat warga Ekaterinburg masih membersihkan puing-puing bangunan mereka, Kremlin memberikan sinyal dingin terkait upaya perdamaian yang terhenti akibat fokus dunia yang terbelah ke konflik lain.

“Pembicaraan dengan Ukraina yang dimediasi oleh AS telah ditunda karena adanya perang di Timur Tengah,” ungkap pihak Kremlin terkait mandeknya jalur komunikasi diplomatik kedua negara.

Bagi penduduk di Ural, perang yang mulanya terasa jauh kini hadir tepat di depan jendela kamar mereka, meninggalkan trauma yang membekas di antara deru sistem pertahanan udara yang terus bersiaga.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com