Pemuda Desa Malasari Raih Prestasi Internasional, Badrul Khamal Sabet Best Presentation di Singapura-Malaysia

0
Badrul Khamal, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa asal Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menunjukkan medali dan sertifikat penghargaan Best Presentation usai mengikuti program International Youth Connection di Singapura dan Malaysia. Prestasi ini menjadi bukti kontribusi pemuda desa dalam forum internasional melalui gagasan inovatif berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pemuda asal desa di kancah internasional.

Badrul Khamal, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa, terpilih sebagai delegasi fully funded dalam program International Youth Connection yang diselenggarakan di Singapura dan Malaysia.

Badrul yang berasal dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, membawa perspektif lokal ke forum global melalui gagasan inovatif bertajuk “Pelibatan Peran Perempuan dalam Citizen Science melalui Pendekatan Mangrove Heritage Lab.”

Baca Juga :  Bank Indonesia Tegaskan Keaslian Uang Rp 50 Ribu Bercacian Perlu Dicek Langsung

Topik tersebut menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengelolaan dan pemantauan ekosistem pesisir berbasis partisipasi masyarakat.

Dalam presentasinya, Badrul menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga lingkungan di lingkup keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam upaya konservasi berbasis data dan aksi nyata.

Para peserta International Youth Connection berpose bersama sambil menunjukkan sertifikat dan medali usai rangkaian kegiatan di Singapura dan Malaysia. Kegiatan ini mempertemukan pemuda dari berbagai daerah dan negara untuk berkolaborasi, berbagi gagasan, serta menampilkan inovasi di bidang sosial dan lingkungan dalam forum internasional. Foto : Ist

Ia juga memperkenalkan konsep Mangrove Heritage Lab yang mengintegrasikan edukasi, riset partisipatif, serta pemberdayaan ekonomi lokal berbasis ekosistem mangrove.

“Atas gagasan ini, saya ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa. Ketika perempuan dilibatkan dalam citizen science, bukan hanya data yang dihasilkan, tetapi juga kesadaran, rasa memiliki, dan keberlanjutan,” ujar Badrul dalam sesi presentasinya, belum lama ini.

Baca Juga :  Racikan Markisa Lemonade Ice, Solusi Segar Saat Terik Melanda

Berkat penyampaian yang kuat dan ide yang relevan, Badrul berhasil meraih penghargaan Best Presentation, mengungguli peserta dari berbagai negara.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal dan inklusivitas mampu bersaing di tingkat internasional.

Baca Juga :  Kopi Avocado Float, Sensasi Creamy dan Segar yang Bikin Nagih!

Keikutsertaan Badrul tidak hanya mengharumkan nama Universitas Nusa Bangsa, tetapi juga memperkenalkan potensi serta praktik baik masyarakat lokal Indonesia ke panggung dunia.

Inisiatif yang diusungnya diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir sebagai model kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan.

Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa generasi muda dari daerah memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor perubahan global, khususnya dalam isu lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Wartawan : Andreas