Menyambut Hardiknas 2026, Grit Prospera Group Wujudkan Ruang Tumbuh Baru Untuk Anak di Bogor

0
Keterangan foto - Perusahaan orkestrasi proyek ini mengumumkan langkah strategis baru di sektor pengembangan manusia, bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.

NARASITODAY.COM, KOTA BOGOR — Di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kesehatan mental anak dan pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), Grit Prospera Group (GPG) Kota Bogor, Jawa Barat, mengumumkan kehadiran sebuah inisiatif baru, untuk ruang tumbuh inovatif untuk anak usia 3 hingga 10 tahu.

GPG akan resmi diluncurkan pada tanggal 2 Mei 2026, pertepatan dengan hari Pendidikan Nasional.

VP Public Affairs & Communication — Grit Prospera Group, Rio Djauhari mengatakan, langkah ini menjadikan GPG perusahaan orkestrasi proyek yang selama ini berfokus pada sektor properti, energi, dan infrastruktur, sebagai salah satu pelaku bisnis pertama yang secara aktif merespons kesenjangan fasilitas layanan tumbuh kembang anak di kota-kota sekunder Indonesia.

Baca Juga :  Pembangunan Sekretariat Pemuda Jadi Prioritas Bersama untuk Perkuat Peran Generasi Muda

“Bogor adalah rumah bagi ratusan ribu anak usia dini, namun fasilitas Kids Enrichment Center berkualitas masih dirasa kurang. Langkah ini adalah bentuk tanggung jawab kami pada pengembangan Bangsa. Sektor swasta seperti kami harus hadir sebagai mitra nyata bagi agenda pendidikan nasional,” ujarnya, Jumaat (17/04).

Menurutnya, dengan memilih Bogor sebagai kota percontohan, grup ini menegaskan keyakinannya kualitas pengembangan anak tidak semestinya hanya terpusat pada ketersediaan fasilitas berkualitas di kota besar di Indonesia.

Baca Juga :  Harga Pupuk Turun 20% Jadi Hadiah Spesial Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran

“Inisiatif ini hadir di tengah momentum kebijakan yang nyaris sempurna. Data skrining cek kesehatan gratis Kemenkes awal tahun 2026 mengungkap bahwa hampir 10 persen dari tujuh juta anak yang diperiksa menunjukkan indikasi gangguan kesehatan jiwa, angka yang mendorong pemerintah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) sembilan kementerian dan lembaga untuk membangun sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD nasional baru mencapai 36 persen, menandakan lebih dari 63 persen anak usia dini Indonesia belum terlayani dengan optimal.

Baca Juga :  Membangun Generasi Cerdas, Pemkab Bogor Luncurkan Gudang Buku Keliling dalam Rangka Hari Jadi Bogor ke-544

Lebih lanjut, peluncuran ini pun merupakan bagian dari strategi ekspansi jangka panjang GPG untuk membawa standar layanan pengembangan anak setara ibu kota ke kota-kota sekunder di seluruh Indonesia

“Bogor dipilih sebagai kota percontohan pertama, dengan rencana replikasi ke kota-kota lain yang tengah berkembang pesat di tahun-tahun mendatang. Direncanakan, akan ada 8 fasilitas yang dibuka untuk umum di empat area berbeda di kota sekunder di Indonesia dalam satu tahun ke depan,” tuntasnya. (Fir)