Serangkaian Kesalahan Komunikasi dan Kekurangan Peralatan Jadi Penyebab Kecelakaan Tragis di LaGuardia

0
LaGuardia
Ilustrasi Bandara Laguardia di New York.Foto : Isttock

NARASITODAY.COM, NEW YORK  – Gemerlap lampu landasan pacu Bandara LaGuardia, salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat, sebuah tragedi mematikan pada 22 Maret lalu menyisakan luka mendalam. Kini, tabir penyebab kecelakaan antara truk pemadam kebakaran dan pesawat penumpang Air Canada mulai tersingkap lewat laporan awal penyelidikan.

Laporan yang dirilis oleh National Transportation Safety Board (NTSB) pada Kamis (23/4/2026) mengungkapkan fakta pahit yaitu kombinasi fatal antara kegagalan komunikasi manusia dan keterbatasan teknologi menjadi pemicu tabrakan berdarah tersebut.

Detik-Detik Kesalahan Komunikasi yang Mematikan

Insiden yang melibatkan pesawat CRJ-900 milik Jazz Aviation ini menewaskan dua pilot dan mengirim lebih dari 40 orang ke rumah sakit. Berdasarkan temuan awal, penyelidik menemukan adanya kesalahan koordinasi yang krusial antara menara pengawas dan kru darurat.

Baca Juga :  Tiga Luka-Luka, Satu Kritis dalam Kecelakaan Motor di Jalan Raya Cigudeg

Petugas pengendali lalu lintas udara (ATC) diketahui memberikan izin kepada truk pemadam untuk melintasi landasan pacu di saat yang bersamaan dengan pesawat yang sedang dalam fase mendarat. Menyadari kekeliruan tersebut, suasana di menara pengawas seketika berubah mencekam. Seorang petugas berteriak melalui radio: “Stop, stop, stop.”

Namun, peringatan itu sempat mengambang di udara tanpa arah. Laporan NTSB mengungkap bahwa salah satu awak di dalam truk tidak segera menyadari bahwa perintah darurat tersebut ditujukan untuk kendaraan mereka.

“Ia kemudian mendengar ‘Truck 1 stop stop stop’ dan menyadari bahwa itu ditujukan untuk mereka, dan selanjutnya menyadari bahwa mereka telah memasuki landasan pacu,” bunyi laporan NTSB sebagaimana dikutip dari AFP.

Teknologi yang Absen di Saat Kritis

Baca Juga :  Wabah Hantavirus di Belanda dan Penanganannya Menjadi Perhatian Internasional

Selain faktor kesalahan manusia (human error), penyelidik menyoroti kekosongan perangkat keselamatan pada kendaraan darurat. Truk pemadam kebakaran tersebut diketahui tidak dilengkapi dengan transponder sebuah alat komunikasi otomatis yang seharusnya bisa mencegah tragedi ini terjadi.

Tanpa transponder, sistem radar bandara seolah “buta” terhadap posisi truk di darat saat pesawat sedang meluncur dari angkasa. Akibatnya, sistem keamanan tidak bisa mendeteksi adanya konflik jalur antara kedua objek tersebut.

“Sistem tidak dapat mengkorelasikan pergerakan pesawat dengan pergerakan Truck 1… dan tidak dapat memprediksi potensi konflik dengan pesawat yang akan mendarat,” lanjut keterangan dalam laporan tersebut.

Baca Juga :  Biar Perjalanan Lancar, Hindari 5 Kesalahan Saat di Bandara!

Pencarian Jawaban Masih Berlanjut

Meski temuan awal ini memberikan gambaran tentang apa yang terjadi di landasan pacu hari itu, NTSB menegaskan bahwa proses investigasi belum berakhir. Masih banyak lapisan teknis dan prosedural yang harus dibedah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Proses investigasi menyeluruh ini diperkirakan akan memakan waktu hingga satu tahun sebelum laporan final diterbitkan secara resmi. Bagi keluarga korban dan dunia penerbangan, laporan ini adalah langkah awal menuju keadilan dan perbaikan standar keselamatan di salah satu gerbang udara paling padat di dunia.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com