Ketegangan NATO-Amerika Serikat Meningkat Usai Wacana Langkah Hukuman terhadap Sekutu di Eropa

0
NATO
Presiden Donald Trump. Foto : batampos.co.id

NARASITODAY.COM, WASHINGTON D.C. – Arus dingin kini tengah berembus dari Pentagon menuju markas besar NATO di Brussel. Sebuah wacana internal di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang bocor ke publik mengungkapkan rencana ekstrem Washington untuk memberikan “hukuman” bagi sekutu-sekutu Eropanya yang dianggap tidak loyal dalam konflik melawan Iran.

Ketegangan ini bukan sekadar retorika politik biasa. Dalam laporan yang diungkap Reuters, AS bahkan mempertimbangkan untuk menangguhkan keanggotaan Spanyol dari aliansi militer yang telah berusia 76 tahun tersebut.

Dokumen internal Pentagon menunjukkan frustrasi mendalam Washington atas keengganan negara-negara Eropa memberikan akses pangkalan militer dan izin lintas udara (Access, Basing, and Overflight atau ABO). Padahal, bagi Gedung Putih, dukungan tersebut adalah harga mati dalam aliansi.

Juru Bicara Pentagon, Kingsley Wilson, mengonfirmasi bahwa pemerintah AS menuntut kontribusi yang lebih nyata dan seimbang dari para sekutu.

Baca Juga :  Kontroversi Pernyataan Anggota Parlemen Israel tentang Gaza: "Masa Depan Gaza di Tangan Israel"

“Seperti yang telah dikatakan Presiden Trump, terlepas dari semua yang telah dilakukan Amerika Serikat untuk sekutu NATO-nya, mereka tidak ada untuk kami,” tegas Wilson.

Ia menambahkan bahwa militer AS tengah menyiapkan langkah-langkah konkret agar NATO tidak sekadar menjadi aliansi di atas kertas.

“Departemen Perang akan memastikan bahwa Presiden memiliki opsi yang kredibel untuk memastikan bahwa sekutu kami tidak lagi menjadi macan kertas dan benar-benar menjalankan perannya,” tambahnya.

Prahara Selat Hormuz dan Nasib Falkland

Retaknya hubungan ini dipicu oleh pecahnya perang sejak 28 Februari lalu, yang mengganggu jalur energi vital di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump secara terbuka mengkritik sekutu yang menolak mengirimkan angkatan laut mereka. Ketidaksabaran Trump bahkan sempat memunculkan wacana penarikan AS dari NATO.

Baca Juga :  Penertiban Reklame Rokok Liar oleh Satpol PP Kecamatan Rancabungur, Mengembalikan Estetika dan Ketertiban Lingkungan

“Bukankah Anda akan melakukan hal yang sama jika Anda berada di posisi saya?” kata Trump dalam wawancara dengan Reuters pada 1 April lalu.

Sebagai bentuk tekanan diplomatik, AS bahkan mempertimbangkan opsi untuk mengevaluasi kembali posisinya terhadap klaim Inggris atas Kepulauan Falkland, sebuah langkah yang diyakini akan mengguncang stabilitas diplomatik di Eropa.

Spanyol di Persimpangan Jalan

Spanyol menjadi sasaran utama kemarahan Washington setelah Madrid menolak memberikan akses wilayah udara dan pangkalan penting seperti Naval Station Rota dan Morón Air Base untuk operasi melawan Iran. Langkah ini dianggap sebagai pembangkangan serius di mata pemerintahan Trump.

Menanggapi laporan yang memanas ini, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez memilih untuk bersikap tenang namun waspada saat ditemui menjelang pertemuan pemimpin Uni Eropa di Siprus.

“Kami tidak bekerja berdasarkan email. Kami bekerja berdasarkan dokumen resmi dan posisi pemerintah, dalam hal ini Amerika Serikat,” ujar Sánchez diplomatis.

Baca Juga :  Performa AC Milan yang Memprihatinkan dan Penilaian Liga Pocong yang Menyakitkan

Ujian Bagi Aliansi 76 Tahun

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menilai bahwa keraguan yang ditunjukkan sekutu-sekutu Eropa telah melukai esensi dari NATO itu sendiri.

“Kami mendapatkan pertanyaan, atau hambatan, atau keraguan … Anda tidak memiliki banyak arti sebagai aliansi jika ada negara-negara yang tidak bersedia berdiri bersama Anda ketika Anda membutuhkannya,” cetus Hegseth.

Meskipun laporan internal tersebut tidak secara langsung merekomendasikan penutupan pangkalan AS di Eropa, pesan yang dikirimkan sudah sangat jelas yaitu Washington ingin mengurangi “rasa merasa berhak” dari pihak Eropa. Kini, masa depan NATO bergantung pada sejauh mana negara-negara Eropa bersedia berkompromi sebelum aliansi pertahanan terbesar di dunia ini benar-benar pecah berkeping-keping.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com