NARASITODAY.COM – An Se-young pebulu tangkis tunggal putri peringkat satu dunia asal Korea Selatan, telah memutuskan untuk mundur dari Kumamoto Masters 2024 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-17 November di Jepang.
Keputusan ini diambil di tengah konflik yang belum terselesaikan dengan Federasi Bulu Tangkis Korea (BKA) serta pemulihan cederanya yang masih berlangsung. Dalam pernyataan resminya, An mengungkapkan rasa kecewa dan frustrasinya terhadap situasi yang dihadapinya saat ini.
Setelah meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, An Se-young merasa bahwa kondisi fisiknya tidak mendapat perhatian yang cukup dari BKA.
“Cedera lutut saya lebih serius dari yang saya bayangkan, dan saya sangat kecewa dengan penanganan yang diberikan oleh federasi. Saya merasa tidak didukung dengan baik dalam proses pemulihan ini” ungkap An dalam sebuah wawancara setelah pengumuman keputusannya.Â
An juga menambahkan bahwa ia merasa tertekan dengan tuntutan untuk kembali berkompetisi sebelum benar-benar pulih. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk negara saya, tetapi kesehatan saya harus menjadi prioritas utama. Saya tidak ingin mengambil risiko cedera lebih lanjut hanya karena tekanan untuk tampil” tegasnya.
Keputusan untuk mundur dari Kumamoto Masters bukanlah hal yang mudah baginya, mengingat pentingnya turnamen tersebut dalam kalender bulu tangkis internasional.
Selain itu, An Se-young juga enggan bergabung dengan sesi latihan di pelatnas Korea. Ia memilih untuk berlatih secara mandiri dengan tim pelatih pribadinya, sebuah langkah yang menunjukkan ketidakpuasannya terhadap lingkungan pelatnas saat ini.
“Saya butuh waktu untuk fokus pada pemulihan dan tidak ingin terbebani oleh situasi di pelatnas. Saya ingin berlatih dalam suasana yang mendukung dan aman bagi proses penyembuhan saya” tambahnya.
Keputusan An Se-young untuk mundur dari Kumamoto Masters dan menolak latihan di pelatnas mendapat beragam respons dari publik dan komunitas bulu tangkis. Banyak penggemar dan mantan atlet mendukung langkahnya untuk memprioritaskan kesehatan, sementara ada juga kekhawatiran bahwa absennya dia dapat mempengaruhi performa tim nasional Korea Selatan di kompetisi mendatang.
“Kami semua tahu betapa berbakatnya An, dan kami berharap dia segera pulih dan kembali ke lapangan” ujar mantan juara dunia bulu tangkis, Lee Yong-dae.
Hingga saat ini, BKA belum memberikan pernyataan resmi terkait keputusan An Se-young. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa federasi sedang berupaya mencari solusi atas konflik yang terjadi dan berharap An Se-young dapat kembali bergabung dengan tim nasional dalam waktu dekat.
“Kami menghargai keputusan An dan berharap dia dapat segera pulih sepenuhnya. Kami akan melakukan segala upaya untuk mendukungnya” kata seorang pejabat BKA yang enggan disebutkan namanya.
banyak pihak berharap An Se-young dapat segera pulih dan kembali berprestasi di kancah bulu tangkis internasional setelah menyelesaikan fase pemulihan ini. “Saya berjanji akan kembali lebih kuat dan siap bersaing lagi.” tutup An dengan penuh harapan. ***














