Mengapa Peternak Buang Susu Segar? Aksi Protes Terhadap Kebijakan Industri yang Lebih Suka Impor

0
Ilustrasi masyarakat buang susu

NARASITODAY.COM Peternak sapi perah di Boyolali dan Pasuruan melakukan aksi protes yang mencolok dengan membuang susu segar mereka ke jalanan sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap kebijakan industri yang lebih memilih untuk mengimpor susu bubuk daripada menyerap produk lokal.

Dalam beberapa minggu terakhir, tercatat sekitar 200 ton susu segar per hari terpaksa dibuang karena industri pengolahan susu membatasi penyerapan susu dari peternak.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keberlanjutan usaha peternakan di daerah-daerah tersebut, di mana banyak peternak merasa terjebak dalam situasi yang tidak adil dan merugikan.

Baca Juga :  Noe Letto Resmi Dilantik Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Ketua Dewan Persusuan Nasional (DPN) Teguh Boediyana menjelaskan bahwa pembatasan ini terjadi akibat tidak adanya peraturan yang melindungi peternak dan menjamin kepastian pasar bagi susu segar yang mereka hasilkan.

“Kami merasa seperti tidak dihargai. Kami telah bekerja keras untuk menghasilkan susu berkualitas tinggi, tetapi kebijakan pemerintah justru lebih mendukung impor. Ini sangat mengecewakan,” ungkap Teguh dalam wawancara setelah aksi protes.

Dalam wawancara tersebut, Teguh juga menambahkan, “Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi keberadaan usaha kami dan mengatur kembali kebijakan impor susu agar dapat mendukung produksi lokal. Jika tidak, kami khawatir banyak peternak akan gulung tikar dan kehilangan mata pencaharian.”

Baca Juga :  Netralitas Pilkada Bengkulu Terancam: Amplop Serangan Fajar Rohidin Mersyah Disita KPK Senilai Rp 50 Ribu

Aksi protes ini semakin meluas ketika para peternak merasa bahwa susu segar mereka tidak mendapatkan perhatian yang layak, sementara pemerintah terus mengizinkan impor susu dalam bentuk bubuk.

Dalam aksi tersebut, peternak bahkan membagikan susu gratis kepada masyarakat sebagai simbol solidaritas dan untuk menunjukkan besarnya kerugian yang mereka alami. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami memiliki produk berkualitas yang bisa mereka nikmati, tetapi kami tidak mendapatkan dukungan dari industri,” tambah Teguh.

Baca Juga :  5 Rahasia Kacang Bogor untuk Meningkatkan Kesehatan

Dengan situasi ini, banyak peternak berharap pemerintah segera merespons dengan kebijakan yang lebih berpihak pada produksi lokal, agar mereka dapat terus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional tanpa harus merasa terancam oleh produk impor.

Aksi ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai pentingnya melindungi sektor pertanian dan peternakan lokal demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.***