NARASITODAY.COM – Setelah resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan rencananya untuk berkantor di lima lokasi strategis di wilayah tersebut, sebuah langkah inovatif yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan bahwa setiap daerah mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah provinsi.
Dedi menjelaskan, “Saya akan ngantor di lima wilayah, wilayah 1 di Bandung, Cimahi, KBB, Kabupaten Bandung, Sumedang. Wilayah 2 adalah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan. Wilayah 3, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi. Wilayah 4 di Bogor, Cianjur, Sukabumi. Wilayah 5 di Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran.
“Yang disebut lima pembangunan kewilayahan, itu akan ada lima karakter di situ, ngantornya saya akan muter, jadi gubernur nya seluruh Jawa Barat, bukan hanya di wilayah Bandung, saminggu-saminggu,” pungkasnya.
“Dengan memiliki kantor di lima wilayah, kami berharap dapat lebih mudah berinteraksi dengan warga dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan transparan.”
Dedi menambahkan bahwa lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah, sehingga pelayanan publik dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga merasa terlayani dengan baik, tidak hanya di pusat pemerintahan tetapi juga di daerah-daerah yang mungkin selama ini kurang mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Selain itu, Dedi juga berencana untuk mengubah Gedung Pakuan, yang merupakan kediaman resmi gubernur, menjadi museum yang mencerminkan budaya Tatar Sunda dan sejarah Jawa Barat. “Dengan cara ini, masyarakat dapat lebih mengenal warisan budaya mereka dan merasa memiliki bagian dari sejarah daerahnya,” tambahnya.
Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam merancang program-program yang bermanfaat. Ia berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam setiap langkah kebijakan yang diambil agar program-program tersebut benar-benar relevan dengan kebutuhan mereka.
“Kami akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Barat dengan mendengarkan suara mereka dan mengakomodasi aspirasi mereka dalam setiap kebijakan,” tegasnya.***














