NARASITODAY.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini masuk dalam nominasi sebagai salah satu tokoh terkorup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) untuk tahun 2024.
Dalam rilis yang diumumkan pada 31 Desember 2024, OCCRP mencatat Jokowi sebagai salah satu dari lima finalis yang mendapatkan banyak dukungan dari pembaca, jurnalis, dan anggota dewan juri.
Selain Jokowi, nama-nama lain yang juga masuk dalam daftar tersebut antara lain Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dan pengusaha India Gautam Adani.
Nominasi ini menambah sorotan terhadap isu korupsi di tingkat kepemimpinan dunia, terutama di negara-negara yang sedang berkembang.
OCCRP adalah organisasi jurnalisme investigasi yang berbasis di Amsterdam dan telah beroperasi sejak 2006. Organisasi ini memiliki fokus pada pengungkapan kejahatan terorganisir dan korupsi di seluruh dunia.
Metode penilaian mereka melibatkan pengumpulan nominasi dari berbagai sumber, termasuk pembaca dan juri, serta analisis mendalam terhadap kasus-kasus korupsi yang terjadi di berbagai negara.
Dalam laporan tersebut, OCCRP menyebutkan bahwa finalis dipilih berdasarkan suara terbanyak dari masyarakat dan jurnalis yang terlibat dalam jaringan global mereka. Proses ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang siapa saja pemimpin yang dianggap berkontribusi pada praktik korupsi di negara masing-masing.
Menanggapi nominasi tersebut, Jokowi menyatakan ketidakpuasannya dan meminta pihak-pihak yang menuduhnya untuk membuktikan klaim tersebut. Dalam wawancara dengan wartawan di Solo, ia mengatakan, “Korupsi apa? Yang dikorupsi apa? Ya dibuktikan. Saya rasa banyak fitnah dan framing yang ditujukan kepada saya tanpa adanya bukti konkret.” Jokowi menegaskan bahwa selama masa pemerintahannya
ia telah berkomitmen untuk memberantas korupsi dan meningkatkan transparansi dalam pemerintahan. Ia juga menambahkan bahwa berbagai program pembangunan yang dilaksanakan selama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Sementara itu, OCCRP menobatkan Bashar al-Assad sebagai tokoh paling korup tahun ini, mengingat keterlibatannya dalam berbagai skandal korupsi besar di Suriah. Dengan adanya nominasi ini, perhatian publik kembali tertuju pada isu korupsi dan transparansi pemerintahan di Indonesia.
Banyak pihak berharap bahwa perdebatan mengenai nominasi ini dapat memicu diskusi lebih lanjut tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk memperkuat integritas dan akuntabilitas dalam pemerintahan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi praktik-praktik korupsi di negara mereka masing-masing.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














