Program MBG Belum Merata, Siswa Masih Bawa Bekal Dari Rumah

0

NARASITODAY.COM – Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Dramaga belum merasakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat .

Belum terealisasi MBG di Kecamatan Dramaga lantaran masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) terkait pelaksanaan .

Ketua PGRI Cabang Kecamatan Dramaga, Wawan Setiawan mengungkapkan sampai saat ini Program MBG bagi siswa SD di Kecamatan Dramaga belum terealisasi.

Dirinya tidak mengetahui secara detail alasannya apa program MBG belum sampai ke Kecamatan Dramaga.
Tidak sedikit juga para orangtua siswa menanyakan Program MBG kapan dimulai.

Baca Juga :  Polsek Ciawi Amankan Pemuda Pembawa Celurit Usai Terlibat Perkelahian

Untuk sementara banyak siswa yang masih membawa bekal makan dari rumah sampai menunggu Program MBG terlaksana di Kecamatan Dramaga .

“Kalau kita sebagai penerima manfaat program MPG tentunya menunggu pelaksanaannya. Soal teknisnya penyaluran makan siang gratis ke sekolah seperti apa, itu merupakan kewenangan pemerintah,” ungkapnya

Terpisah, Camat Dramaga Atep mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) terkait pelaksanaan program tersebut.

“Saya belum ada undangan tentang teknis penyaluran Program MPG. Intinya, kita masih menunggu teknis dan juklak juknisnya penyalur bantuan program makan siang gratis ,” ujarnya

Baca Juga :  KSP Mitra Jasa Diduga Tidak Bertanggung Jawab, Tabungan Nasabah Belum Bisa Diambil

Atep mengungkapkan untuk keseluruhan siswa SD, MI, SMP dan SMA se – Kecamatan Dramaga ada sekitar 18 ribu siswa.

Ketika program MBG di realisasikan di Kecamatan Dramaga, tentunya ada 18 ribu siswa yang akan mendapatkan makan siang gratis.

Namun. sampai hari ini teknis penyaluran makan siang gratis belum pasti, termasuk ada berapa dapur yang disiapkan untuk kecamatan Dramaga.

Menurut, Atep, ketika program makan siang gratis di serahkan ke Guru
tentunya kurang dak efektif. Sebab beban kerja Guru semakin bertambah dampaknya proses mengajar disekolah jadi tidak efektif.

Baca Juga :  Kritik Terhadap Pernyataan Jubir Istana Terkait Teror Kepala Babi: Arogansi atau Canda?

Adanya lagi wacana penyedia bahan pokok makan siang gratis diserahkan ke Bundes dan koperasi. Ketika wacana tersebut terjadi, tentunya koperasi dan Bumdes desa juga harus berbadan hukum.

“Dari 10 Desa se- Kecamatan Dramaga ada tiga Bumdes yang sudah memiliki Badan hukum, tujuh lagi sedang berproses pengurusan administrasi,” tukasnya.