NARASITODAY.COM – Biasanya, kita menganggap kota sebagai tempat yang dipenuhi oleh manusia, dengan gedung-gedung tinggi, jalan-jalan sibuk, dan aktivitas yang tiada henti.
Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa kota di dunia yang justru lebih dikenal karena populasi hewannya yang sangat besar? Di kota-kota ini, hewan-hewan liar bebas berkeliaran dan hidup berdampingan dengan manusia, menciptakan pemandangan yang sangat khas.
Berikut adalah 5 kota di dunia yang terkenal karena populasi hewannya yang jauh melebihi jumlah penduduk manusia:
1. Pulau Christmas, Australia

Pulau yang terpencil ini terkenal karena migrasi tahunan kepiting merah yang luar biasa. Setiap tahun, jutaan kepiting merah bergerak dari hutan ke pantai untuk bertelur, sehingga seluruh pulau berubah menjadi lautan merah. Populasi kepiting merah di Pulau Christmas diperkirakan mencapai 40-50 juta ekor, jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan penduduk manusia yang hanya sekitar 2.000 orang.
2. Nara, Jepang

Kota Nara terkenal dengan rusa Sika yang bebas berkeliaran di Taman Nara. Rusa-rusa ini dipandang sebagai utusan dewa dan dilindungi sebagai harta nasional. Mereka sangat jinak dan sering berinteraksi dengan manusia. Diperkirakan, populasi rusa di Nara melebihi 1.200 ekor, yang bahkan lebih banyak daripada jumlah penduduk di beberapa bagian kota tersebut.
3. Monkey Forest, Ubud, Bali, Indonesia

Hutan kera ini merupakan tempat tinggal bagi ratusan kera ekor panjang Bali yang hidup berdampingan dengan manusia. Kera-kera ini dianggap suci dan dihormati oleh penduduk setempat. Mereka sangat terbiasa dengan kehadiran manusia dan sering berinteraksi dengan para wisatawan.
4. Assateague Island, Maryland dan Virginia, AS

Pulau ini terkenal dengan kuda liar Assateague yang bebas berkeliaran di sepanjang pantai. Kuda-kuda ini diduga merupakan keturunan kuda-kuda yang selamat dari sebuah kapal karam pada abad ke-17. Mereka hidup secara liar dan telah beradaptasi dengan lingkungan pesisir.
5. Okunoshima (Pulau Kelinci), Jepang

Pulau kecil ini dipenuhi dengan ribuan kelinci liar yang sangat jinak. Kelinci-kelinci ini konon merupakan keturunan kelinci yang dibebaskan di pulau tersebut selama Perang Dunia II. Mereka sangat ramah dan sering berinteraksi dengan manusia, menjadikan pulau ini sebagai salah satu destinasi wisata yang populer di kalangan pecinta hewan.
Kota-kota ini menawarkan pengalaman wisata yang unik bagi mereka yang ingin berinteraksi langsung dengan hewan-hewan liar dan menikmati keindahan alam. Namun, kita harus selalu ingat untuk menjaga keseimbangan dan menghormati lingkungan hidup hewan-hewan ini agar mereka dapat terus hidup berdampingan dengan manusia.***














