Menghapus Kemiskinan Ekstrem dengan Zakat, Prabowo Optimistis Bisa Tercapai

0
Menghapus Kemiskinan Ekstrem dengan Zakat, Prabowo Optimistis Bisa Tercapai

NARASITODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa kemiskinan ekstrem di Indonesia dapat dihapus dalam waktu dekat. Salah satu kunci utamanya, menurut Prabowo, adalah dengan mengoptimalkan potensi zakat di Tanah Air.

Dalam kesempatan membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Prabowo menyampaikan bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai angka fantastis, yakni Rp 327 triliun.

Namun, hingga saat ini, Baznas baru mampu mengumpulkan sekitar Rp 41 triliun. Ia menyoroti bahwa hanya dengan Rp 30 triliun saja, kemiskinan ekstrem di Indonesia bisa dihilangkan.

“Tadi dilaporkan bahwa potensi kita masih banyak, masih sangat besar, yaitu Rp 327 triliun. Penerimaan tahun ini Rp 41 triliun. Dalam perhitungan kita, kita dapat menghilangkan kemiskinan absolut hanya dengan sekitar Rp 30 triliun. Bayangkan, kita bisa hilangkan tahun ini juga kemiskinan ekstrem,” ujar Prabowo, dikutip Jumat (28/3/2025).

Baca Juga :  Atlet Nasional Hendra Setiawan dan Rian Ardianto Ikut Terlibat dalam Bisnis Kuliner Arief Muhammad

Untuk itu, Prabowo meminta jajarannya memperkuat peran Baznas dalam pengelolaan zakat agar lebih efektif dan transparan. Menurutnya, optimalisasi zakat bukan hanya soal nominal, tetapi juga bagaimana pengelolaannya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Pekerjaan pemerintahan kita harus transparan, harus efektif, harus sampai ke mereka yang membutuhkan, harus dilaksanakan dengan pengelolaan yang sebersih-bersihnya dan setertib-tertibnya,” tegasnya.

Selain itu, Prabowo juga menekankan bahwa zakat bukan hanya instrumen ekonomi, tetapi juga bentuk syukur dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Baca Juga :  Cuaca Hambat Pembangunan Stasiun Maseng Akibat Longsor

“Dengan berzakat kita akan memperdalam rasa syukur dan terima kasih kita kepada Allah atas segala karunia yang telah diberikan kepada kita. Dengan berzakat kita dapat berbagi dengan sesama, kita dapat menolong kaum dhuafa, meringankan beban hidup mereka, dan juga menghindarkan hidup dari sifat kikir,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Noor Achmad turut melaporkan kepada Presiden bahwa penerimaan zakat terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya, dengan rata-rata pertumbuhan antara 30%-40% di seluruh Indonesia. Bahkan, di beberapa daerah seperti Papua, pertumbuhannya mencapai 60%.

Baznas setiap tahun itu rata-rata naik 30%-40% se-Indonesia, bahkan di Papua kemarin kami mendapatkan laporan ada satu daerah yang naiknya 60%,” ungkap Noor Achmad.

Baca Juga :  Wali Kota New York Zohran Mamdani Desak Trump Lepas Dana US$21 Miliar untuk Perumahan

Ia juga mengungkapkan bahwa Baznas Pusat di Jakarta mencatat kenaikan penerimaan zakat yang signifikan, dari Rp 500 miliar pada tahun 2021, kemudian Rp 634 miliar pada 2022, Rp 882 miliar pada 2023, dan melonjak menjadi Rp 1,2 triliun pada 2024.

“Insya Allah di tahun 2025 ini kami targetkan Rp 1,35 triliun,” ujarnya.

Dengan potensi yang besar dan pengelolaan yang semakin baik, harapan untuk menghapus kemiskinan ekstrem melalui zakat bukan lagi sekadar wacana. Prabowo optimistis, jika zakat dikelola dengan maksimal, Indonesia dapat segera mencapai tujuan tersebut.***