Wali Kota New York Zohran Mamdani Desak Trump Lepas Dana US$21 Miliar untuk Perumahan

0
Zohran Mamdani
Zohran Mamdani sebagai Wali Kota terpilih New York City. Foto : espos.id

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Wali Kota muslim New York, Zohran Mamdani, bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, Mamdani mendesak Trump agar melepaskan dana hibah federal sebesar US$21 miliar (Rp 352 triliun) untuk membangun 12.000 unit perumahan terjangkau dan infrastruktur.

Mamdani bahkan mem-posting gambar dirinya di Gedung Putih sambil menyerahkan tiruan halaman depan surat kabar bertuliskan: Trump kepada kota: Mari kita bangun.”

“Proposal ini mewakili kesempatan sekali seumur hidup untuk mengatasi krisis perumahan kota dalam skala yang dibutuhkan,” kata Mamdani dalam pernyataan yang dikutip AFP, Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga :  Rembug KTNA Sarana Bangun Ekosistem Pertanian di Kabupaten Bogor  yang Kuat

“Jika terwujud, proyek ini akan menandai investasi perumahan dan infrastruktur terbesar di Kota New York dalam lebih dari 50 tahun,” tambahnya.

Pertemuan Ramah di Gedung Putih

Meski Trump kerap mengkritik Mamdani, pertemuan di Gedung Putih pada November lalu berlangsung ramah. Mamdani menyebut pembicaraan berjalan produktif.

Baca Juga :  Penutupan Pemerintahan AS Masuki Hari ke-32, Bandara Kecil Terancam Tutup

“Saya mengadakan pertemuan yang produktif dengan Presiden Trump siang ini,” tulis Mamdani dalam unggahan di X setelah pembicaraan hari Kamis.

“Saya berharap dapat membangun lebih banyak perumahan di Kota New York,” ujarnya.

Keduanya sepakat melanjutkan pembicaraan tentang proyek dan pendanaannya “dalam beberapa minggu mendatang.” Setelah pertemuan, Mamdani juga menyebut Trump telah menyetujui pembebasan seorang mahasiswa Universitas Columbia yang ditahan oleh agen imigrasi federal pada hari itu.

Pertemuan Mamdani dan Trump mencerminkan dinamika politik unik di New York. Di satu sisi, Mamdani membawa aspirasi warga kota yang menghadapi krisis perumahan akut. Di sisi lain, Trump sebagai presiden sekaligus warga New York, berada dalam posisi menentukan arah kebijakan.

Baca Juga :  Media Amerika Ungkap Upaya Riyadh Dorong Trump Hadapi Iran

Jika dana hibah benar-benar dilepaskan, proyek ini akan menjadi tonggak sejarah pembangunan kota terbesar dalam setengah abad terakhir sebuah momentum yang bisa mengubah wajah New York sekaligus menguji komitmen pemerintah federal terhadap kebutuhan rakyatnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com