9.000 Kendaraan Serbu Puncak di Hari Kedua Lebaran, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

0
Puncak Bogor

NARASITODAY.COM – Puncak Bogor, yang dikenal dengan keindahan alamnya, selalu menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat libur Lebaran. Tahun ini, untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, polisi telah memberlakukan sistem ganjil-genap untuk kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Kepadatan mulai terasa pada hari kedua Lebaran. Pada Selasa pagi, 1 April 2025, tercatat lebih dari 9.000 kendaraan memasuki kawasan Puncak, menciptakan antrean panjang di jalur utama.

“Situasi terkini di jalur Puncak bertepatan dengan H+1 Hari Raya Idul Fitri, memang terpantau kondisi lalu lintas semenjak tadi pagi pukul 06.00 WIB sudah terlihat adanya peningkatan,” ujar Iptu Ardian Novianto, KBO Satlantas Polres Bogor, saat diwawancarai di Gadog, Selasa (1/4/2025).

Baca Juga :  Akhirnya Jaro Ade Tahu Siapa Lawan di Pilkada Kabupaten Bogor 2024

Menurut Ardian, lonjakan volume kendaraan ini disebabkan oleh wisatawan yang ingin menikmati liburan serta warga yang melakukan silaturahmi ke keluarga. Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk memantau arus kendaraan melalui TMC Polres Bogor.

“Kami pantau melalui TMC Polres Bogor untuk arus kendaraan yang akan menuju Puncak memang sudah terjadi antrean kurang lebih jaraknya sudah 1 Km,” jelasnya. “Kami sudah melakukan pola rekayasa, yang pertama adalah contraflow dari exit Tol Ciawi sampai dengan Km 46+400 bagi kendaraan yang akan menuju Ciawi maupun Sukabumi. Kemudian kami laksanakan ganjil genap.”

Baca Juga :  Rudy Susmanto Ngumpul Bareng Influencer, Ajak Promosikan Potensi Kabupaten Bogor

Pemberlakuan sistem ganjil-genap di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, ditujukan untuk mengurangi kemacetan selama libur Lebaran dan akan berlangsung hingga 8 April 2025.

“Nanti sampai tanggal 8 (April), selesai pelaksanaan operasi, dilaksanakan setiap hari,” ungkap Iptu Ardian.

Sistem One Way Sempat Diberlakukan

Kepadatan kendaraan yang semakin meningkat di jalur Puncak memaksa polisi untuk memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem one way atau satu arah. Keputusan ini diambil karena antrean kendaraan yang semakin panjang, terutama menjelang Simpang Gadog.

“Berdasarkan pengamatan secara visual memang antrean kendaraan bertambah kurang lebih 1,5-2 Km menjelang Simpang Gadog, sehingga kami berlakukan rekayasa one way dari Jakarta menuju Puncak,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Bogor Resmikan Jembatan Rawayan, Akses Megamendung-Cisarua Pulih Pasca Putus Diterjang Banjir Bandang

Ardian juga mencatat bahwa kendaraan yang menuju Puncak lebih banyak dibandingkan dengan yang mengarah ke Jakarta. “Saat ini sudah terbuka untuk one way ke atas, sehingga kami akan tunggu bagaimana peningkatan arus 1 sampai 2 jam ke depan,” pungkasnya.

Penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak ini merupakan upaya untuk memastikan kelancaran perjalanan bagi para wisatawan dan warga yang menikmati liburan Lebaran, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan di jalur yang kerap padat pada musim liburan.***