NARASITODAY.COM- Dulu, namanya begitu melegenda. Bus RUDI adalah salah satu angkutan umum paling ikonik di lintasan Rangkaskbitung-Bogor.
Kendaraan ini menjadi saksi bisu geliat mobilitas masyarakat di masa lalu. Namun kini, di tengah derasnya modernisasi transportasi, nasib bus ini justru memprihatinkan.
Meski masih tetap beroperasi hingga hari ini, kondisi bus RUDI jauh dari kata layak. Karoserinya terlihat keropos, dan asap hitam pekat mengepul dari knalpotnya, menyisakan ketidaknyamanan bagi pengendara lain terutama pengendara sepeda motor yang berada di belakangnya.
Belum lagi soal kenyamanan dan keselamatan penumpang yang patut dipertanyakan.
Yang lebih mengherankan, kendaraan ini tidak masuk ke terminal resmi, padahal rutenya jelas merupakan jalur Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Seharusnya, bus dengan trayek seperti ini berada di bawah pengawasan ketat dari pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.
Namun sayangnya, perhatian terhadap kelayakan kendaraan umum seperti bus RUDI seolah luput dari pantauan.
Padahal, keberadaannya di jalan raya bukan hanya berisiko terhadap penumpangnya, tapi juga pengguna jalan lain.
Tak bisa dipungkiri, bus RUDI adalah bagian dari sejarah transportasi lokal. Namun mempertahankan warisan bukan berarti mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan.
Mungkin sudah waktunya pemerintah turun tangan—bukan untuk menyingkirkan, tapi untuk merevitalisasi.
Karena warisan bukan hanya untuk dikenang, tapi juga untuk dirawat dan dilestarikan dengan bijak.***(Vey)














