Di Tengah Isu Mistis Gunung Kawi, Ruben Onsu Pilih Fokus Perjuangkan Hak Asuh Anak

0
Ruben Onsu
presenter kondang Ruben Onsu.Foto : okezone.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di tengah badai perceraian yang belum reda, presenter kondang Ruben Onsu kini harus berhadapan dengan tajamnya rumor mistis. Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh spekulasi liar netizen yang menyeret nama Ruben dan mantan istrinya, Sarwendah, ke dalam pusaran isu pesugihan di Gunung Kawi. Namun, alih-alih larut dalam riuh tuduhan tersebut, Ruben memilih memasang barikade ketenangan demi masa depan buah hatinya.

Aroma ketegangan sempat terasa saat Ruben berbincang dengan sahabat sekaligus mantan manajernya, Nanda Persada. Ruben bahkan sempat tersedak ketika Nanda melontarkan pertanyaan sensitif mengenai isu Gunung Kawi yang tengah viral tersebut.

Dengan helaan napas berat, pria berusia 42 tahun ini akhirnya bersedia meluruskan pandangannya. Bagi Ruben, energi dan pikirannya saat ini terlanjur tersita oleh hal yang jauh lebih krusial ketimbang meladeni gosip liar, yakni memperjuangkan hak asuh anak.

“Gue tidak ada andil untuk jawab itu, karena yang gue fokus adalah tentang hak asuh anak, itu. Jadi gue tidak mau pecah fokus, gue hanya mau andil soal hak asuh anak. Itu saja,” kata Ruben dalam video yang tayang pada Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Ancaman "Super Flu" Mengintai Anak-Anak Indonesia, Kemenkes Catat 62 Kasus

“Karena hak asuh yang gue bahas ini, mau siapa pun yang menang, gue cuma minta patuhi peraturan yang sudah ditentukan. Kita kan bercerai dari pengadilan, ikuti.”

Ruben juga tidak bisa menyembunyikan rasa gusarnya terkait pola komunikasi yang terkesan berputar-putar mengenai urusan anak, di mana argumen kerap dilemparkan kembali kepada anak-anak mereka yang masih di bawah umur.

“[Katanya] tinggal komunikasi saja ke ibunya, sudah baca kan? Sama ibunya dilempar lagi ke sini, ditanyakan ke anaknya. Anaknya punya persepsi sendiri, jadi gue merasa siapa yang orang tua di sini?” keluh Ruben.

“Betul [Sarwendah tidak mempersulit] karena dilempar lagi ke anak. Pertanyaannya adalah apapun yang dinego oleh anak-anak, kita ini orang tuanya yang tidak boleh kalah argumen, tapi dengan cara yang enak. Jadi poinnya, apasih gue cuma minta waktu sama anak, segala aib dibahas, segala ini itu, Ya Allah Ya Rabbi.”

Baca Juga :  Kisah Cinta Salma Salsabil dan Dimansyah: Dari Pertunangan ke Pernikahan

Kronologi Liar Isu Pesugihan Netizen

Bergulirnya rumor pesugihan ini sejatinya bermula dari tayangan vlog Pesulap Merah yang mewawancarai pihak pengelola kawasan Gunung Kawi. Dalam wawancara tersebut, nama Sarwendah disebut-sebut sebagai salah satu tamu yang rutin berkunjung.

Minyak makin menyiram api ketika seorang perempuan yang mengaku sebagai mantan staf artis membuat pengakuan mengejutkan di sebuah podcast. Ia bersaksi bahwa mantan atasannya terlibat pesugihan dan mengorbankan orang-orang terdekat sebagai tumbal.

Meski tidak menyebut nama, netizen dengan cepat mencocoklogikan cerita tersebut dengan rentetan nasib apes dan kejadian mistis yang sempat menimpa rumah tangga Ruben dan Sarwendah di masa lalu, termasuk riwayat sakit parah yang pernah diderita Ruben.

Baca Juga :  Single "Tak Ada Yang Sebanding Denganmu" dari Dewa 19, Cerita Cinta yang Mengharukan

Fakta di Balik Kunjungan ke Gunung Kawi

Di tempat terpisah, Sarwendah sendiri sebenarnya telah memberikan klarifikasi yang benderang. Ia tidak menampik pernah menginjakkan kaki di Gunung Kawi. Namun, kedatangannya murni untuk keperluan profesional, yakni proses syuting konten saluran YouTube pribadinya yang memang mengulas sejarah lokasi tersebut.

Kesaksian ini diperkuat oleh Ki Hijo, sosok yang mendampingi Sarwendah selama berada di lokasi. Ia membantah keras tuduhan adanya ritual pesugihan yang dilakukan oleh ibu tiga anak tersebut.

Pihak komunitas adat di sekitar Gunung Kawi pun ikut angkat bicara demi meluruskan stigma negatif. Mereka menegaskan bahwa kawasan Gunung Kawi pada hakikatnya adalah destinasi wisata religi yang terbuka bagi semua agama, sekaligus pusat pelestarian warisan budaya leluhur, bukan tempat praktik hitam seperti yang digosipkan di media sosial.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com