NARASITODAY.COM – Suasana dingin tak hanya terasa di sepanjang perbatasan Finlandia dan Rusia, tetapi juga dalam hubungan diplomatik kedua negara. Pada Rabu (16/4/2025), Finlandia mengambil langkah tegas dengan mengumumkan perpanjangan penutupan seluruh perbatasan daratnya dengan Rusia hingga waktu yang belum ditentukan.
Keputusan ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran Helsinki terhadap potensi masuknya migran ilegal yang diduga didorong oleh Moskow, sebuah isu yang telah lama menjadi duri dalam hubungan bilateral kedua negara.
Langkah penutupan perbatasan ini bukanlah yang pertama kali. Sejak akhir tahun 2023, Finlandia telah secara bertahap menutup pintu perbatasannya dengan Rusia, hingga akhirnya seluruh jalur ditutup pada Desember 2024.
Pemerintah Finlandia berdalih bahwa tindakan ini diperlukan untuk membentengi keamanan nasional dari fenomena “migrasi buatan” yang mereka yakini diorganisir oleh otoritas Rusia.
“Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, risiko migrasi buatan masih terus berlanjut dan terus meningkat seperti yang sudah disaksikan sebelumnya. Jika fenomena ini terus belanjut, ini akan memberikan ancaman serius pada keamanan nasional dan ketertiban di Finlandia,” ujar pihak pemerintah Finlandia, seperti dikutip oleh media lokal Yle.
Hubungan Finlandia dan Rusia memang mengalami keretakan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bergabungnya Finlandia ke dalam aliansi militer NATO menjadi salah satu pemicu utama ketegangan. Rusia menuding Finlandia tidak lagi menjadi negara netral dan menganggap langkah Helsinki sebagai ancaman terhadap keamanannya.
Di sisi lain, Finlandia menuduh Rusia sengaja mengirimkan migran ilegal ke wilayahnya sebagai bentuk destabilisasi. Sebagai respons terhadap situasi ini, Finlandia bahkan telah membangun pagar di sepanjang perbatasan kedua negara.
Tak hanya memperketat penjagaan di perbatasan, Parlemen Finlandia pada hari yang sama juga menyetujui proposal Menteri Dalam Negeri Mari Rantanen untuk memperpanjang aturan pengusiran migran dan pencari suaka di wilayah perbatasan timur. Rantanen menegaskan bahwa ancaman instrumentalisasi migrasi di perbatasan timur Finlandia masih tinggi dan sulit diprediksi.
“Ancaman instrumentalisasi migrasi di perbatasan timur Finlandia masih tinggi dan sulit diprediksi. Situasi di perbatasan cukup tegang, tapi masih stabil. Meskipun demikian, kami harus bersiap terkait segala kemungkinan cepatnya perubahan situasi dengan serius,” terang Rantanen.
Wakil Komandan Badan Penjaga Perbatasan Finlandia bagian Selatan, Antii Virta, menambahkan bahwa perpanjangan aturan ini krusial sebagai alat bagi otoritas perbatasan untuk mengantisipasi dan mengendalikan potensi gelombang imigrasi skala besar, seperti yang terjadi pada tahun 2023.
“Ini adalah satu-satunya cara untuk menyiapkan dan mengontrol situasi jika imigrasi skala besar diaktifkan kembali di perbatasan timur. Dari perspektif kekuatan kami, ini sangat baik jika hukum ini tetap dilanjutkan,” ungkap Virta.
Langkah Finlandia dalam memperkuat keamanan nasionalnya tidak berhenti di isu perbatasan dan migrasi. Parlemen negara Skandinavia ini juga menyetujui larangan bagi warga negara Rusia untuk membeli properti di Finlandia.
Menteri Pertahanan Finlandia, Antti Hakkanen, menjelaskan bahwa kepemilikan properti oleh warga Rusia dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan negara.
“Keputusan dari anggota parlemen ini adalah sebuah pesan yang jelas bahwa kami tidak akan membiarkan keamanan nasional Finlandia dirusak begitu saja,” tegas Hakkanen, seperti dilansir The Moscow Times.
Aturan ini secara spesifik melarang individu atau perusahaan dari negara yang terlibat konflik dengan negara lain untuk membeli properti di Finlandia. Kendati demikian, terdapat pengecualian bagi warga Rusia atau warga asing lainnya yang telah memiliki izin tinggal permanen di Finlandia.
Keputusan Finlandia untuk memperpanjang penutupan perbatasan, memperketat aturan pengusiran migran, dan melarang pembelian properti oleh warga Rusia menunjukkan betapa seriusnya Helsinki dalam menghadapi potensi ancaman keamanan yang mereka yakini berasal dari negara tetangganya.
Langkah-langkah ini semakin memperdalam jurang pemisah antara Finlandia dan Rusia, dan menggarisbawahi perubahan lanskap keamanan di kawasan Eropa Utara pasca invasi Rusia ke Ukraina dan bergabungnya Finlandia ke NATO.
Pemerintah Finlandia menyatakan akan terus memantau situasi di perbatasan secara berkala dan akan menyesuaikan kebijakan mereka berdasarkan perkembangan risiko keamanan yang ada.***














