Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Nugroho, mengungkapkan bahwa satu anggota komplotan lainnya, berinisial AS, kini masih dalam pengejaran. Lebih lanjut, AKP Aji membeberkan bagaimana skenario penipuan ini dirancang dengan matang.
“Peristiwa tersebut bermula ketika para tersangka merencanakan skenario dengan berpura-pura menjadi warga negara asing (Brunei) yang mencari tempat penjualan handphone di Kota Bogor,” ungkap AKP Aji dalam keterangannya, Kamis (24/4/2025).
Modus operandi kelompok ini terbilang cukup rapi. Mereka tidak memilih korban secara acak. Menurut AKP Aji, para pelaku dengan sengaja mencari mangsa yang sudah berusia lanjut dan terindikasi bukan warga lokal. Tujuannya jelas, agar korban lebih mudah diperdaya dengan janji-janji manis investasi fiktif.
“Salah satu tersangka yang menyamar sebagai orang Brunei menawarkan korban untuk berinvestasi handphone. Ia menjanjikan akan menjual sebanyak 300 unit HP, sehingga korban tertarik dengan tawaran tersebut,” jelasnya.
Demi meyakinkan korban bahwa tawaran investasi ini nyata, para pelaku bahkan tak segan mengajak korban ke mesin ATM. Mereka berpura-pura akan mentransfer dana sebesar Rp500 juta sebagai modal awal investasi.
Di sinilah kelengahan korban dimanfaatkan. Diduga kuat, saat berada di mesin ATM inilah kartu ATM korban ditukar dengan kartu palsu, yang kemudian digunakan untuk menguras isi rekeningnya.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap orang asing yang baru dikenal, terutama jika menawarkan keuntungan yang terlalu menggiurkan. Di balik keramahan dan senyum manis, bisa jadi tersimpan niat jahat yang siap mengintai harta benda kita.
Pihak kepolisian pun terus mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tawaran investasi yang tidak jelas asal-usulnya. Sementara itu, pengejaran terhadap pelaku AS terus dilakukan demi menuntaskan kasus penipuan yang merugikan ini.***