NARASITODAY.COM – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 Distrik Djaba, melalui PKS Cikasungka, memberikan klarifikasi resmi terkait isu dugaan pencemaran aliran Sungai Curug Bandung yang bermuara ke Sungai Cikalong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Perubahan warna air sungai yang sempat menjadi perhatian masyarakat sekitar bukan berasal dari limbah industri pabrik, melainkan dampak dari pengerukan tanah dalam proyek pembangunan dinding penahan tanah (DPT) yang sedang dilakukan oleh pihak ketiga.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun perlu kami tegaskan bahwa air keruh tersebut bukan berasal dari limbah B3 atau limbah berbahaya hasil produksi kami,” ungkap Alfi Andrianto, Manajer PKS Cikasungka PTPN IV Regional 1 Distrik Djaba, saat di hubungi, Jum’at (25/04/2025).
Menurutnya, perubahan warna air lebih disebabkan oleh lumpur tanah merah yang terbawa aliran air sungai karena curah hujan tinggi.
Proyek DPT yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keselamatan dan stabilitas bangunan pabrik yang terdampak pergerakan tanah.
Untuk mengantisipasi dampak tanah merah yang terbawa aliran air tersebut, pihak PKS Cikasungka PTPN IV sudah membuat kolam tampungan, supaya air tanah merah tidak langsung masuk ke badan sungai.
“Pengerjaan proyek menggunakan metode bronjong kawat, dan telah kami minta pelaksanaannya dilakukan lebih hati-hati untuk mengantisipasi dampak terhadap lingkungan,” bebernya.
Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjajaran (Genpar) telah menyampaikan pengaduan masyarakat (Dumas) atas perubahan warna air sungai yang berdampak pada aktivitas sehari-hari warga Desa Mekarjaya.
Menanggapi laporan tersebut, PKS Cikasungka menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Perusahaan segera mengambil langkah konkret dan aktif membangun komunikasi dengan masyarakat demi menjaga harmonisasi dan menjawab kekhawatiran publik.
Sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, PTPN IV juga rutin melakukan pengambilan sampel air sungai di sekitar lokasi produksi.

Uji laboratorium dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas air tetap terjaga, serta mendukung visi perusahaan sebagai industri yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
Tak hanya itu, pada tahun 2024 lalu, PTPN IV telah menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembangunan enam titik sumur bor air bersih di Desa Mekarjaya, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.

“Kami tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga pada tanggung jawab sosial. Kami ingin menjadi bagian dari solusi dan pembangunan berkelanjutan di wilayah ini,” tutupnya.***














