Menghapus Jejak Nama Wilayah, RSUD di Bogor Siap Ganti Identitas

0
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawati

NARASITODAY.COM – Di tengah geliat modernisasi layanan kesehatan di Kabupaten Bogor, sebuah langkah berani tengah disiapkan oleh pemerintah daerah mengganti nama sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD). Salah satunya adalah RSUD Ciawi, yang direncanakan akan berganti nama menjadi RS Idham Chalid.

Langkah ini bukan sekadar kosmetik. Ada makna mendalam di balik rencana tersebut. Di balik meja dinasnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawati, menjelaskan bahwa inisiatif ini datang langsung dari pucuk pimpinan daerah.

Baca Juga :  Polres dan Polresta Bogor Tangkap 9 Preman Berkedok Debt Collector “Mata Elang”

“Pak Bupati ingin kesan umum daerah itu hilang,” ujar Fusia saat ditemui wartawan, Senin (12/5/2025). Ucapan itu mencerminkan keinginan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk membawa rumah sakit milik pemerintah daerah itu naik kelas bukan hanya dari segi pelayanan, tetapi juga dari sisi citra.

Fusia menegaskan bahwa penggantian nama bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, nama-nama rumah sakit yang hanya mencerminkan lokasi geografis seperti “Ciawi” atau “Cibinong” justru menurunkan nilai simbolik dari institusi kesehatan itu sendiri.

Baca Juga :  Tim Damkar Bogor Berhasil Selamatkan Pekerja Sumur yang Terjebak di Kedalaman Sumur

RSUD Cibinong, Ciawi itu sudah mewah, bagus banget, begitu juga Cileungsi dan Leuwiliang. Tapi ya kalau masih pakai nama wilayah, itu pasti kesannya seperti rumah sakit BPJS dengan fasilitas biasa,” ungkapnya jujur.

Rencana penggantian nama pun sudah dirancang dengan penuh pertimbangan. RSUD Cibinong akan diubah menjadi RS Bakti Pajajaran, RSUD Cileungsi menjadi RS Shatibi, dan RSUD Leuwiliang menjadi RS KH Muhammad Nur. Nama-nama ini dipilih karena memiliki nilai sejarah dan filosofi yang lebih dalam, sejalan dengan misi pelayanan kesehatan yang lebih bermartabat.

Baca Juga :  Jepang Sambut Positif Kesepakatan Damai AS-Iran dan Harapkan Kembalinya Arus Lintas Selat Hormuz

Meski begitu, Fusia tak menampik bahwa prosesnya tidak bisa instan. “Saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan masing-masing rumah sakit, terutama terkait aspek legalitas dan administrasi,” tuturnya.

Langkah ini menjadi cerminan semangat baru di sektor kesehatan Kabupaten Bogor upaya menghapus batasan citra lama dan melahirkan identitas baru yang lebih inspiratif. Karena dalam setiap nama, tersimpan harapan akan pelayanan yang lebih baik dan bermakna bagi masyarakat.***