NARASITODAY.COM – Tepat pada 23 Mei 2025, dunia akan kembali menaruh perhatian pada makhluk yang selama jutaan tahun telah mengarungi darat dan laut: kura-kura dan penyu. Tahun ini bukan sekadar peringatan tahunan biasa World Turtle Day mencapai tonggak bersejarah, yakni seperempat abad sejak pertama kali diperkenalkan oleh American Tortoise Rescue (ATR) pada tahun 2000.
Hari spesial ini bukan hanya tentang mengagumi bentuk tempurung yang unik atau gerakan lambat yang memesona. Ia lahir dari keprihatinan mendalam terhadap keberlangsungan hidup salah satu spesies tertua di planet ini. Susan Tellem, pendiri ATR sekaligus penggagas World Turtle Day, menyuarakan pesannya dengan penuh empati.
“Hari ini adalah hari yang tepat untuk mengingatkan diri kita sendiri tentang habitat kura-kura dan penyu yang menghilang di seluruh dunia dan cara-cara yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan makhluk-makhluk menakjubkan ini,” katanya, seperti dikutip dari situs resmi ATR.
Jejak Cinta Sejak 1990
American Tortoise Rescue sendiri berdiri sejak tahun 1990, buah kerja cinta Susan Tellem dan suaminya, Marshall Thompson. Kala itu, ATR menjadi organisasi penyelamatan kura-kura dan penyu pertama di Amerika Serikat. Sepuluh tahun kemudian, kekhawatiran mereka terhadap nasib spesies ini diwujudkan dalam bentuk kampanye global World Turtle Day.
Peringatan pertama resmi diselenggarakan pada 2002, mengangkat isu menyusutnya populasi kura-kura dan penyu yang semakin terancam oleh ulah manusia: perusakan habitat, perdagangan ilegal, pemanasan global, hingga industri makanan eksotis.
“Hewan-hewan yang lembut ini telah ada selama 260 juta tahun, namun mereka dengan cepat menghilang akibat penyelundupan, industri makanan eksotis, perusakan habitat, pemanasan global, dan perdagangan hewan peliharaan yang kejam. Ini adalah waktu yang sangat menyedihkan bagi penyu dan kura-kura di dunia,” tambah Tellem.
Tema 2025: Saatnya Kura-Kura Menari
Membawa semangat positif di tengah keprihatinan, ATR memilih tema penuh keceriaan untuk tahun ini: “Dancing Turtles Rock!” Sebuah ajakan agar masyarakat tak hanya peduli, tetapi juga turut menyuarakan perlindungan satwa ini lewat cara yang kreatif dan menyenangkan.
Berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk merayakan World Turtle Day 2025. Mulai dari membagikan konten edukatif di media sosial dengan tagar #WorldTurtleDay, mengenakan aksesori bertema kura-kura, hingga menyambangi pusat konservasi penyu. Tidak hanya itu, kampanye ini juga membuka ruang bagi kreativitas: membuat gambar, puisi, atau bahkan tarian bertema penyu.
Anak-anak pun diajak terlibat. Melalui buku cerita dan video edukatif, mereka bisa mengenal siklus hidup penyu dan menyemai kecintaan pada satwa sejak dini.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Meski geraknya lambat, kura-kura dan penyu memberi pesan penting tentang ketahanan dan keberlanjutan. World Turtle Day menjadi momentum global untuk tidak melupakan mereka yang selama ini mungkin tak bersuara, tetapi menjadi penanda penting keberlangsungan ekosistem.
Dan di balik hari peringatan ini, ada harapan agar langkah-langkah kecil yang dilakukan hari ini bisa menyelamatkan jejak panjang makhluk purba ini untuk generasi yang akan datang.***














