Desa Wisata Malasari Tawarkan Perpaduan Keindahan Alam dan Kearifan Lokal di Kabogorfest 2025

0
Desa Wisata Malasari Tawarkan Perpaduan Keindahan Alam dan Kearifan Lokal di Kabogorfest 2025

NARASITODAY.COM – Desa Wisata Malasari, yang terletak di kaki Gunung Halimun Salak, Kecamatan Nanggung, hadir sebagai salah satu daya tarik kuat dalam pameran Kabogorfest 2025.

Dengan membawa konsep wisata berbasis alam dan budaya, Malasari menyuguhkan pengalaman menyeluruh yang menyentuh sisi ekologis, edukatif, sekaligus spiritual bagi para wisatawan.

Ketua Desa Wisata Malasari, Hamdan Yuwafi, menjelaskan bahwa desanya memiliki beberapa paket wisata unggulan yang memikat.

“Kita punya Halimun Adventure Journey yang mengajak wisatawan menyusuri jalur tracking hutan hujan tropis Halimun, menyaksikan langsung flora dan fauna endemik. Ada juga Halimun Lemur Experience yang lebih menyentuh sisi sosio-kultural masyarakat adat setempat, termasuk tradisi bertani, kesenian degung halimun, pencak silat, dan jaipong,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Masyarakat Padati Stadion Pakansari Untuk Shalat Idul Fitri dan Pesta Rakyat Bersama Bupati Bogor

Lebih dari itu, Malasari juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Salah satu titik penting di desa ini adalah rumah pendopo Bupati pertama Kabupaten Bogor yang kini menjadi bagian dari jejak sejarah yang bisa dikunjungi. Partisipasi Malasari dalam Kabogorfest 2025 menjadi sarana strategis untuk mengenalkan potensi desa yang terbilang masih alami namun sarat nilai.

Baca Juga :  Trantibum yang Dicanangkan Bupati Bogor Rudy Susmanto Terus Diperluas, Hasil Nyata Terlihat di Berbagai Wilayah

“Kami berterima kasih atas perhatian dari Bapak Bupati Bogor yang belum lama ini berkunjung dan berkomitmen membangun akses jalan ke Malasari. Kini sudah mulai dikerjakan. Dengan akses yang makin baik, kunjungan ke desa kami tentu akan meningkat,” tambah Hamdan.

Terkait dengan perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) tahun ini, Hamdan memberikan apresiasi tinggi.

“HJB kali ini luar biasa. Kami dari desa wisata merasa diberi ruang dan kesempatan untuk memperkenalkan diri ke khalayak yang lebih luas, termasuk ke luar daerah. Banyak yang belum tahu kalau ada desa seperti Malasari yang masih hidup dalam kearifan tradisional,” katanya.

Baca Juga :  TP PKK Kabupaten Bogor Gelar Bina Daerah di Kecamatan Jasinga, Perkuat Peran Kader dan Tata Kelola Administrasi

Ia berharap HJB ke depan bisa digelar lebih meriah dan membuka lebih banyak peluang bagi desa-desa wisata lainnya.

“Ini bukan sekadar pameran, tapi juga pembuka jalan untuk kita membaca pasar, memperluas jejaring, dan menumbuhkan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata,” imbuhnya.( */Alysa Damaris)