Sekda Ajat Minta Proses Penamaan Rupabumi Dilakukan Cermat dan Memperhatikan Aspek Histori

0
aspek histori
Kegiatan bimtek di Babakan Madang ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah dan kecamatan se-Kabupaten Bogor untuk memastikan tertib administrasi geospasial.foto:diskominfo

NARASITODAY.COM – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah, Ajat Rochmat Jatnika meminta jajaranya agar proses penamaan rupabumi harus dilakukan dengan cermat dan memperhatikan aspek histori. Demikian dikatakan Ajat, saat membuka kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penyelenggaraan nama rupabumi di Kabupaten Bogor, di Babakan Madang, Kamis (24/7).

Hadir mendampingi Sekda Ajat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang), Kepala Bagian Tata Pemerintahan. Kegiatan diikuti perwakilan perangkat daerah dan kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bimtek diisi materi oleh Surveyor Pemetaan Madya pada Direktur Pemetaan Batas Wilayah Dan Nama Rupabumi Badan Informasi Geospasial, Analis Kebijakan Ahli Madya Pada Biro Pemerintahan Dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Analis Kebijakan Ahli Muda Pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur.

Baca Juga :  Agustus Diprediksi Puncak Kekeringan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Desak Pemkab Gandeng TNI Bangun Sumur Bor

Penamaan rupabumi bukan sekadar memberi identitas pada suatu tempat, melainkan bagian krusial dari penataan administrasi geospasial yang tertib. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk merawat warisan budaya, nilai-nilai sejarah, serta adat istiadat yang telah lama hidup di tengah masyarakat kita.

Kabupaten Bogor sendiri dikenal sebagai wilayah yang kaya akan kearifan lokal dan peninggalan sejarah. Setiap unsur geografisnya dari pegunungan, aliran sungai, hingga pemukiman memiliki nama yang sarat akan makna, mencerminkan identitas serta kisah perjalanan masyarakatnya.

Baca Juga :  Polres Bogor Bergerak Cepat Tangani Insiden Pelemparan Batu di Graha Wartawan

“Oleh karena itu, proses penamaan harus dijalankan secara cermat, memperhatikan aspek historis, sosial, dan budaya agar nilai-nilai tersebut tetap lestari,” tandas Sekda Ajat.

Ajat mengungkapkan, melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis hari ini, kita mengambil langkah awal dalam memastikan proses penamaan dan pendataan rupabumi berjalan sesuai dengan kaidah toponimi, namun tanpa mengabaikan kekhasan lokal.

Baca Juga :  Raih Kesuksesan! IPL 2024 Tutup Seri 2 untuk Mendorong Pertumbuhan Tenis Meja

“Saya menyambut baik kegiatan ini, penamaan rupabumi karena memberikan efek terhadap kualitas perencanaan pembangunan Kabupaten Bogor kedepan.

Ia menambahkan, komitmen terhadap pelestarian ini juga sejalan dengan arahan Bupati Bogor, bapak Rudy Susmanto, yang senantiasa menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian sejarah dan budaya.

“Saya minta kepada yang mengikuti bimtek ini, lakukan yang terbaik, jangan sampai bimtek ini tidak memiliki makna. Berikan penamaan rupabumi sesuai kaidah ilmiah, sehingga akan bermakna,” pungkas Sekda Ajat.( */Alysa Damaris)

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday