Jadi Pemain Tarik Tambang? Ketahui 5 Risiko Cedera yang Harus Diwaspadai

0
tarik tambang
Ilustrasi Potret wanita Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM – Lomba tarik tambang menjadi salah satu perhelatan favorit saat perayaan 17 Agustus. Seru dan menantang, permainan ini menuntut kerja sama tim, kekuatan, dan strategi.

Namun, di balik keseruan itu, ada risiko cedera yang tak boleh dianggap remeh. Para peserta harus waspada dan paham risiko yang mungkin terjadi agar lomba tetap aman dan menyenangkan. Berikut adalah lima risiko cedera yang paling umum terjadi saat bermain tarik tambang.

1. Cedera Punggung

Aktivitas menarik tali dengan kekuatan penuh memberikan tekanan besar pada punggung dan tulang belakang. Bagian punggung yang punya fleksibilitas rendah mudah mengalami keseleo atau salah urat. Cedera punggung ini sangat umum dan bisa membuat rasa sakit berkepanjangan jika tidak segera ditangani.

Baca Juga :  Bisa Jadi Tanda Masalah Serius! 5 Akar Masalah Ruam di Leher yang Jangan Diabaikan

2. Cedera pada Ekstremitas Atas dan Bawah

Tarik tambang juga membebani anggota tubuh atas seperti bahu, lengan, dan tangan. Cedera ringan seperti keseleo atau cedera parah seperti patah tulang maupun cedera pada jari tangan bisa terjadi akibat tarikan yang mendadak. Sementara itu, ekstremitas bagian bawah seperti kaki juga rawan cedera karena menahan beban dan menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh.

3. Hematoma dan Luka pada Kulit

Gaya gesek tali yang kuat terhadap kulit dapat menyebabkan lecet, memar, atau goresan. Cedera kulit seperti ini memang paling umum dialami peserta tarik tambang. Luka yang tampak kecil pun perlu diperhatikan agar tidak terjadi infeksi.

Baca Juga :  Cedera dan Penurunan Imunitas, 5 Risiko Serius dari Overtraining yang Diabaikan

4. Cedera Otot dan Ligamen

Tarik tambang menuntut koordinasi otot besar dan ligamen agar tubuh dapat menahan dan menarik tali. Ketegangan otot berlebihan atau gerakan mendadak bisa menyebabkan cedera otot dan ligamen, yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan.

5. Cedera Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Penelitian menunjukkan bahwa atlet tarik tambang, khususnya yang berusia dan bertubuh besar, berisiko mengalami CTS, yaitu kondisi nyeri dan kesemutan pada tangan akibat tekanan saraf di pergelangan tangan yang berulang-ulang saat menarik tali. Risiko ini perlu diperhatikan terutama bagi peserta yang rutin mengikuti olahraga ini.

Baca Juga :  Konsumsi Garam Berlebihan: Dampak Buruk pada Kesehatan

Cara Mencegah Cedera

Agar terhindar dari cedera saat lomba tarik tambang, peserta sebaiknya memakai sarung tangan anti selip, melakukan pemanasan sebelum bermain, dan mengenakan sepatu yang memberikan pijakan kuat. Posisi tubuh yang benar, seperti kaki terbuka selebar bahu dan punggung lurus, juga sangat penting. Selalu ikuti aturan resmi perlombaan dan jangan memaksakan kekuatan jika tubuh merasa tidak nyaman.

Penanganan Cedera

Jika mengalami cedera selama atau setelah lomba, segera istirahat dan kompres bagian yang sakit dengan es. Bila cedera cukup parah seperti luka terbuka, patah tulang, atau nyeri hebat, konsultasikan dengan tenaga medis untuk penanganan tepat.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com