NARASITODAY.COM – Menjelang ajang Grammy Awards 2025, nama Rose BLACKPINK kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena penampilan atau gaya busananya, melainkan dugaan klaim prestasi yang dianggap keliru dalam paket promosi nominasi Grammy atau For Your Consideration (FYC).
Sebagai bagian dari kampanye Grammy, artis biasanya mengirimkan paket FYC berisi musik, merchandise, dan materi promosi kepada anggota voting Academy. Rose turut berpartisipasi dengan menyoroti kolaborasinya bersama Bruno Mars dalam lagu “APT.” yang mendapat sambutan hangat. Di dalam paket tersebut, tercantum sederet pencapaian lagu dan albumnya.
Namun, satu klaim dalam materi promosi memicu perdebatan. Disebutkan bahwa Rose memegang rekor debut streaming terbesar di Billboard 200 untuk artis Korea di Amerika Serikat, serta album solo terlaris oleh artis wanita Korea di sana.
Netizen langsung mempertanyakan keakuratan data tersebut. Banyak yang menilai bahwa pencapaian tersebut sebenarnya milik BTS.
Mengutip laporan Billboard yang disampaikan oleh Koreaboo pada Selasa (23/9/2025), debut Rose tercatat dengan 31 ribu unit SEA (album setara streaming) dan sekitar 43 juta streaming resmi. Sebagai perbandingan, BTS mencatat angka lebih tinggi lewat album BE (30 ribu SEA/48 juta streaming), Map of the Soul: 7 (48 ribu SEA/74 juta streaming), dan Proof (36 ribu SEA/52 juta streaming).
Perbedaan angka tersebut membuat publik menduga bahwa klaim dalam paket FYC Rose merujuk pada pencapaian BTS. Meski demikian, ada pula yang membela bahwa klaim tersebut mungkin berlaku khusus untuk kategori artis solo Korea, sehingga masih bisa dianggap sah.
Meski belum ada pernyataan resmi, gelombang kritik terus menguat. Bahkan, tagar yang menyerukan kemungkinan diskualifikasi Rose dari Grammy sempat menjadi trending topic.
Hingga kini, baik pihak Grammy maupun Rose belum memberikan klarifikasi atas kontroversi ini. Publik pun masih menunggu apakah ini hanya kesalahpahaman atau akan berkembang menjadi drama besar Grammy tahun ini.***
Sumber : detik.com














