5 Terowongan Kereta Api Super Panjang yang Menghubungkan Kota-Kota di Seluruh Dunia

0
Terowongan kereta api
Ilustrasi Channel Tunnel. Foto : Istock

NARASITODAY.COM – Terowongan kereta api merupakan salah satu pencapaian paling mengesankan dalam sejarah rekayasa teknik sipil modern. Inovasi ini memungkinkan jalur transportasi menembus rintangan geografis yang ekstrem, seperti pegunungan curam, lautan dalam, hingga wilayah dengan kondisi tanah yang kompleks.

Dengan kemajuan teknologi konstruksi, manusia kini mampu membangun jalur kereta di bawah bumi dan laut, menciptakan konektivitas baru yang sebelumnya mustahil dijangkau.

Di berbagai belahan dunia, sejumlah terowongan kereta api super panjang tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi vital, tetapi juga menjadi simbol kemajuan teknologi, ketahanan manusia, serta kolaborasi internasional.

Kehadirannya membantu memperpendek waktu tempuh antarkota bahkan antarnegara, sekaligus meningkatkan efisiensi logistik dan mobilitas penduduk. Berikut lima terowongan kereta api terpanjang dan paling menakjubkan di dunia yang berhasil menembus batas geografi dan teknologi.

  1. Gotthard Base Tunnel, Swiss
Gotthard Base Tunnel.
Ilustrasi Gotthard Base Tunnel. Foto : wikipedia.org

Gotthard Base Tunnel di Swiss memegang rekor sebagai terowongan kereta api terpanjang di dunia, dengan panjang mencapai 57 kilometer. Terowongan yang dibangun menembus jantung Pegunungan Alpen ini menghubungkan Erstfeld di Uri dan Bodio di Ticino, menjadikannya jalur utama yang mempercepat perjalanan antara Eropa Utara dan Selatan.

Pembangunan proyek raksasa ini memakan waktu 17 tahun dan menelan biaya miliaran dolar. Gotthard Base Tunnel menggantikan rute lama yang berkelok dan menanjak, memungkinkan kereta melaju dengan kecepatan tinggi tanpa hambatan topografi.

Baca Juga :  Liburan Asyik di Eropa dengan Berkunjung ke 5 Taman Kota Terindah

Selain meningkatkan efisiensi transportasi penumpang, terowongan ini juga berperan penting dalam memperlancar distribusi barang antarnegara Eropa dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat. Proyek ini menjadi bukti nyata komitmen Swiss terhadap infrastruktur hijau dan transportasi berkelanjutan.

  1. Seikan Tunnel, Jepang
Seikan Tunnel
Ilustrasi Seikan Tunnel. Foto : unej.ac.id

Terowongan Seikan di Jepang memiliki panjang 53,85 kilometer dan dikenal sebagai terowongan bawah laut terpanjang di dunia. Jalur ini menghubungkan Pulau Honshu dan Hokkaido melalui Selat Tsugaru, dua wilayah yang sebelumnya sulit dihubungkan karena cuaca ekstrem dan laut bergelombang tinggi.

Proyek yang dimulai sejak tahun 1971 ini dirancang untuk mengatasi risiko badai dan gangguan cuaca yang kerap membahayakan kapal feri di jalur tersebut. Kini, Seikan menjadi bagian penting jaringan kereta Shinkansen Hokkaido, menyediakan perjalanan cepat, aman, dan nyaman di bawah laut.

Keberhasilan Seikan Tunnel memperlihatkan keunggulan Jepang dalam hal teknologi konstruksi bawah tanah dan mitigasi risiko bencana alam, seperti gempa dan banjir air laut.

  1. Channel Tunnel (Chunnel), Inggris–Prancis
Ilustrasi Channel Tunnel. Foto : Istock

Dikenal juga sebagai Chunnel, Channel Tunnel menghubungkan Folkestone di Inggris dengan Coquelles di Prancis di bawah Selat Inggris (English Channel). Terowongan sepanjang 50,45 kilometer ini memiliki sekitar 37,9 kilometer bagian bawah laut  menjadikannya salah satu karya teknik bawah laut terpanjang di dunia.

Baca Juga :  5 Ide Seru untuk Mengisi Malam Saat Berkemah, Lebih Asyik dari Sekadar Tidur

Sejak diresmikan pada tahun 1994, Channel Tunnel telah menjadi tulang punggung transportasi antarnegara Eropa Barat. Jalur ini memungkinkan penumpang dan barang melintasi selat hanya dalam waktu sekitar 35 menit, menghubungkan kota-kota besar seperti London dan Paris tanpa perlu menggunakan pesawat. Chunnel juga memainkan peran strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi dan sosial antara Inggris dan daratan Eropa.

  1. Yulhyeon Tunnel, Korea Selatan
Yulhyeon Tunnel
Ilustrasi Yulhyeon Tunnel. Foto : idntimes.com

Yulhyeon Tunnel merupakan salah satu terowongan kereta api terpanjang di Asia, dengan panjang mencapai 50,3 kilometer. Terowongan ini terletak di jalur kereta cepat Suseo–Pyeongtaek, yang menjadi bagian dari jaringan KTX (Korea Train Express) penghubung Seoul dan Busan.

Pembangunan terowongan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan medan berat dan kepadatan jalur transportasi di Korea Selatan. Dengan jalur bawah tanah sepanjang ini, waktu perjalanan antarkota dapat dipangkas secara signifikan, sekaligus mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon. Yulhyeon Tunnel menjadi bukti kemajuan Korea Selatan dalam teknologi kereta cepat dan perencanaan infrastruktur transportasi modern yang efisien.

  1. Lötschberg Base Tunnel, Swiss
Baca Juga :  Polisi Thailand Tetapkan Masinis Kereta Barang Sebagai Tersangka dalam Kecelakaan Maut di Bangkok
Lötschberg Base Tunnel, Swiss.
Ilustrasi Lötschberg Base Tunnel, Swiss. Foto : istock

Swiss sekali lagi menunjukkan keahliannya dalam membangun infrastruktur kereta bawah tanah dengan Lötschberg Base Tunnel, yang memiliki panjang 34,6 kilometer. Terowongan ini menghubungkan wilayah Frutigen di Bernese Oberland dengan Raron di Valais, melintasi bagian barat Pegunungan Alpen.

Terowongan ini menjadi bagian penting dari AlpTransit Project, inisiatif Swiss untuk memindahkan transportasi barang dari jalur darat ke jalur rel guna mengurangi kemacetan dan polusi di kawasan Alpen.

Selain meningkatkan efisiensi perjalanan penumpang, Lötschberg Base Tunnel juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan dengan meminimalkan dampak lalu lintas truk di rute pegunungan.

Simbol Kemajuan Peradaban Modern

Kelima terowongan tersebut bukan hanya sekadar jalur transportasi bawah tanah, tetapi juga simbol keberanian manusia menaklukkan batas alam melalui sains dan teknologi. Pembangunan yang memakan waktu puluhan tahun, biaya besar, dan risiko tinggi menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur transportasi bagi mobilitas global.

Di era modern, keberadaan terowongan super panjang ini menjadi kunci untuk mendukung konektivitas antarwilayah, efisiensi logistik, serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Lebih dari sekadar karya teknik, terowongan-terowongan ini adalah bentuk nyata tekad manusia untuk terus melangkah maju menembus bumi demi mempercepat masa depan.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com