NARASITODAY.COM – Istilah situationship semakin sering terdengar. Situationship merujuk pada hubungan dua orang yang terlibat secara emosional dan/atau fisik, namun tanpa komitmen yang jelas.
Tidak disebut pacaran, tapi juga tidak sekadar teman. Hubungan yang “gantung” ini seringkali terlihat santai, tapi ternyata bisa jauh lebih membebani secara emosional dibanding hubungan serius.
Berikut ini adalah 5 fakta tentang situationship yang justru bisa membuat seseorang lebih lelah dan stres daripada menjalin hubungan yang jelas dan berkomitmen:
- Tidak Ada Kepastian
Salah satu ciri utama situationship adalah tidak adanya kepastian status. Ketika kamu tidak tahu apakah dia benar-benar serius atau hanya ingin “jalan bareng”, hal itu bisa menimbulkan kecemasan dan overthinking. Kepastian adalah kebutuhan dasar dalam hubungan, dan ketiadaannya bisa menjadi sumber stres yang terus-menerus.
- Sulit Menetapkan Batasan
Tanpa status yang jelas, batasan dalam situationship menjadi kabur. Apakah kamu boleh cemburu? Apakah kamu berhak tahu dia dekat dengan siapa saja? Ketidakjelasan ini bisa membuatmu merasa bersalah saat mengutarakan perasaan, atau bahkan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat karena takut dianggap “terlalu menuntut”.
- Ekspektasi Tak Sejalan
Meskipun awalnya sepakat “santai saja dulu,” sering kali salah satu pihak mulai mengharapkan lebih. Ketika perasaan tumbuh tapi tidak diimbangi dengan kejelasan komitmen dari pihak lain, yang muncul adalah luka dan kekecewaan. Situationship rentan menghadirkan ekspektasi sepihak yang tak pernah terpenuhi.
- Tidak Diakui Secara Sosial
Berbeda dengan hubungan serius yang biasanya dikenalkan ke teman atau keluarga, situationship cenderung disembunyikan. Ini bisa memunculkan perasaan tidak dihargai atau tidak cukup penting. Ketika hubunganmu tidak terlihat, kamu pun mulai mempertanyakan nilai dirimu sendiri di matanya.
- Sulit Melangkah Maju
Karena tidak ada arah yang jelas, situationship membuat seseorang stagnan secara emosional. Kamu tidak benar-benar single, tapi juga tidak sedang menjalin hubungan resmi. Akibatnya, kamu sulit membuka hati untuk orang lain karena masih “terjebak” dalam ketidakpastian ini.
Kesimpulan: Situationship Bukan Zona Nyaman
Meski pada awalnya terlihat fleksibel dan bebas tekanan, situationship seringkali justru menyimpan beban emosional yang lebih besar. Ketidakjelasan, ekspektasi sepihak, hingga ketiadaan pengakuan sosial dapat mengikis harga diri dan kesejahteraan mental.
Jika kamu merasa berada dalam hubungan seperti ini, penting untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah aku benar-benar bahagia? Atau aku hanya takut kehilangan seseorang yang bahkan belum pernah benar-benar kumiliki?***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














