NARASITODAY.COM – Grup WhatsApp keluarga seringkali menjadi sumber stres yang tak disadari oleh banyak orang. Pesan yang masuk tanpa henti, broadcast hoaks, hingga topik sensitif yang dilempar begitu saja bisa membuat kepala pusing dan emosi tidak terkontrol.
Meski awalnya dibuat untuk mempererat komunikasi, banyak anggota grup yang akhirnya berpikir untuk keluar dari grup. Tapi sebelum mengambil keputusan itu, berikut lima tips efektif agar Anda bisa tetap waras dan nyaman dalam grup WhatsApp keluarga.
-
Manfaatkan Fitur Mute, Jangan Langsung Left
Meninggalkan grup keluarga memang menggoda saat notifikasi terus berdentang, tapi konsekuensinya bisa menimbulkan drama atau rasa bersalah. Lebih bijak gunakan fitur mute agar notifikasi dinonaktifkan hingga satu tahun atau selamanya, sehingga Anda tetap bisa mendapat informasi penting tanpa terganggu bunyi notifikasi. -
Atur Waktu Khusus untuk Cek Grup
Anda tidak harus membaca pesan grup setiap saat. Tentukan waktu tertentu, misalnya pagi atau malam hari, untuk membuka dan merespons pesan grup. Ini membantu Anda menghindari paparan berlebihan serta memilah mana pesan penting dan yang bisa dilewati. -
Batasi Respons pada Topik Sensitif
Topik seperti politik, agama, atau gaya hidup kerap muncul di grup keluarga dan bisa memicu perdebatan. Pilih untuk tidak terjebak dalam diskusi yang berpotensi konflik guna menjaga energi dan ketenangan. Kadang diam adalah pilihan terbaik. -
Komunikasikan Batasan Dengan Sopan
Jika merasa perlu, beritahukan secara sopan kepada anggota grup bahwa Anda mungkin jarang aktif atau membalas pesan karena kesibukan atau butuh waktu untuk diri sendiri. Cara ini menjaga hubungan harmonis tanpa harus menekan diri Anda sendiri. -
Fokus pada Hal Positif di Grup
Meski terkadang menjengkelkan, grup keluarga juga sumber kabar baik, resep masakan keluarga, dan undangan acara. Fokus pada hal positif tersebut dan coba ikut menyumbang suasana dengan meme lucu atau foto kenangan agar grup lebih hangat dan menyenangkan.
Dengan menerapkan tips ini, Anda bisa tetap terhubung dalam keluarga tanpa stres berlebihan akibat grup WhatsApp. Jadi, jangan buru-buru memilih left sebelum mencoba cara-cara agar komunikasi di grup tetap menyenangkan dan konstruktif.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














