Stimulus Fiskal Pemerintah Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga di Korea Selatan

0
Korea Selatan
Ilustrasi Bendera Korea Selatan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SEOULKorea Selatan mencatat laju pertumbuhan ekonomi tercepat dalam 18 bulan terakhir pada kuartal ketiga 2025, berkat dorongan ekspor yang tetap kuat dan konsumsi domestik yang meningkat setelah pemerintah menggelontorkan stimulus fiskal.

Bank of Korea dalam rilis estimasi awal pada Selasa (28/10/2025) menyebutkan bahwa produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 1,2% secara kuartalan (QoQ) setelah penyesuaian musiman. Angka ini melampaui perkiraan pasar yang hanya sebesar 0,9%, dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan 0,7% pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga :  Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Rancang Program Stimulus Terintegrasi Nataru

Kenaikan ini terutama dipicu oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat 1,3% QoQ, sebagai respons terhadap kebijakan anggaran tambahan dan pemberian subsidi tunai oleh pemerintahan Presiden Lee Jae Myung. “Konsumsi rumah tangga yang naik 1,3% qoq” menjadi bukti dampak positif dari langkah tersebut.

Baca Juga :  SDN Parung Tanjung Cicadas Rusak Parah, Camat Gunung Putri Tahun Ini Diperbaiki

Di sisi lain, belanja modal atau capital expenditure menunjukkan pemulihan dengan kenaikan 2,4%, setelah sebelumnya mengalami pelemahan.

Dari sektor eksternal, ekspor tumbuh 1,5% QoQ, meski melambat dibanding lonjakan 4,5% pada kuartal kedua. Namun, ekspor tetap menjadi motor utama pertumbuhan, didukung oleh permintaan global yang stabil terhadap produk semikonduktor dan kendaraan listrik buatan Korea Selatan. “Ekspor tetap menjadi penopang utama pertumbuhan di tengah permintaan global yang masih relatif stabil,” demikian laporan tersebut.

Baca Juga :  Polres Bogor Serahkan 2.000 Mushaf Al-Quran pada Peringatan Nuzulul Quran di Cibinong

Secara tahunan (YoY), PDB Korea Selatan tumbuh 1,7%, jauh lebih tinggi dibanding ekspansi 0,6% pada kuartal sebelumnya. Capaian ini menunjukkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mendorong konsumsi dan investasi di tengah tantangan global dan perlambatan ekonomi Tiongkok, yang merupakan mitra dagang utama negara tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber