Laki P45 Bongkar Dugaan Pungli di TPAS Galuga, Uang Jutaan Perhari Ngalir ke Oknum Kades

0
Pungli
Tangkapan layar, truk swasta ngangkut sampah untuk dibuang ke TPAS Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di wilayah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Seorang kepala desa di wilayah tersebut diduga menerima setoran hingga Rp1 juta per hari dari aktivitas truk angkutan sampah yang menuju lokasi pembuangan itu.

Informasi ini terungkap setelah Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi (Laki) Pejuang 45, Zaenal Aripin, melakukan investigasi lapangan dan merekam aktivitas mencurigakan di sekitar area TPAS Galuga.

Dalam penjelasannya, Zaenal yang akrab disapa Joy itu mengungkapkan bahwa temuan ini bermula secara tidak sengaja.

Baca Juga :  H-10 Pelaksanaan Pilkada, Pemkab Bogor Bersama KPU Mulai Distribusikan Logistik Pilkada 2024 ke Gudang KPU Kecamatan

“Awalnya truk tersebut lewat di depan rumah. Karena curiga, saya ikuti, dan ternyata di dalamnya memang berisi sampah,” ujarnya.

Joy kemudian membuntuti truk tersebut hingga berhenti di sebuah area tak jauh dari TPAS Galuga.

Ia lantas menanyakan kepada seorang juru parkir mengenai aktivitas truk dengan pelat nomor putih, yang menandakan kendaraan tersebut milik pihak swasta.

“Ini mobil sampah bukan? Plat nomornya putih,” tanya Joy dalam rekaman video.

“Swasta,” jawab juru parkir.

Baca Juga :  Kodim Kabupaten Bogor Gelar Khitanan Masal untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Joy kembali menanyakan soal pembayaran. “Bayarnya ke siapa kalau swasta?”

“Di dalam ada, tukang parkir,” jawab juru parkir itu.

Namun, pernyataan berikutnya yang terekam justru mengarah pada dugaan pungli.

“Setoran ke lurah, uang apa itu?” tanya Joy.

“Uang parkir, satu juta satu hari, dibagi-bagi,” ucap petugas dalam video tersebut.

Joy menyesalkan praktik seperti ini masih terjadi di tengah upaya pemerintah meningkatkan tata kelola persampahan yang bersih dan transparan.

“Ya sangat disayangkan. Kejadian ini terus berulang, dan pungli seperti ini mungkin masih banyak. Ini hanya bagian kecilnya saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Bayi Berjenis Kelamin Laki-laki Dengan Kondisi Prematur Ditemukan Warga Ciampea

Menurutnya, aparat penegak hukum dan instansi terkait perlu turun tangan melakukan pemeriksaan agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi dari pengelolaan sampah di TPAS Galuga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari pihak pemerintah Kecamatan Cibungbulang maupun kepala desa yang disebut dalam video tersebut.

Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor serta aparat penegak hukum setempat untuk mendapatkan keterangan resmi terkait dugaan pungli ini.***

Wartawan : Andreas