SBY Ajak Dunia Waspada Ancaman Perang Dunia 3 dalam Konteks Ketegangan Geopolitik

0
SBY
Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto : jawapos.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan peringatan mengenai potensi terjadinya Perang Dunia 3 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global saat ini. Menurut pandangannya, rivalitas antar kekuatan besar dunia dan perlombaan senjata yang sedang berlangsung merupakan ancaman serius terhadap stabilitas global.

Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan orasi ilmiah pada acara puncak Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), di Graha ITS pada hari Selasa (11/11/2025).

Baca Juga :  Tekanan Berat untuk Skuad Garuda Jelang Laga Krusial Lawan Irak

“Dengan nasionalisme yang ekstrem dan tindakan sepihak, terutama dari negara-negara besar yang punya veto power, terjadi kemunduran kerja sama global, baik multilateral maupun regional,” ujar SBY, seperti dikutip detikcom.

SBY menekankan bahwa situasi yang mengkhawatirkan ini harus segera dikendalikan untuk mencegahnya berkembang menjadi konflik berskala besar.

Baca Juga :  Persiapan Pilkada Capai 90 Persen, Pemerintah Kecamatan Cibinong Gelar Apel dan Penandatangan Pakta Integritas Netralitas ASN

“This one has to stop. Kalau tidak dihentikan, sangat mungkin terjadi peperangan yang lebih besar. World War 3 sangat mungkin terjadi,” tegasnya.

Sebagai mantan jenderal dan pemimpin negara, SBY menegaskan pemahamannya yang mendalam terhadap dinamika geopolitik dan keamanan internasional.

“Saya jenderal, saya ngerti geopolitik, saya ngerti hubungan internasional, saya mengerti peace and security,” ucapnya.

Baca Juga :  Personel UNIFIL Gugur Akibat Ledakan Proyektil di Lebanon

Meskipun mengeluarkan peringatan keras tentang potensi konflik besar, SBY tetap menunjukkan sikap optimis bahwa Perang Dunia 3 masih dapat dicegah.

“Saya termasuk barisan yang percaya perang dunia ketiga bisa dihindari. Can be prevented, can be avoided. If there is a will, there is a way. Tergantung para pemimpin dunia sekarang ini,” tutupnya.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber