Program JUARA di Cihideung Ilir Edukasi Remaja soal Literasi Digital dan Kesehatan

0
Program Juara
Program Jumpa Anak Remaja (JUARA) yang diikuti puluhan peserta dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Foto (Ist)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Dalam upaya menyongsong generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, Pemerintah Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. menggelar Program Jumpa Anak Remaja (JUARA) yang diikuti puluhan peserta dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPOM Kabupaten Bogor dan Puskesmas Cihideung Ilir.

Para peserta mendapat edukasi seputar teknologi digital, kesehatan, keamanan pangan hingga persoalan gizi ganda yang kini tengah dihadapi Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Kepala Desa Cihideung Ilir, Hilman, mengatakan Program JUARA menjadi wadah positif bagi remaja dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus pembentukan karakter.

Baca Juga :  Tongkol Bumbu Cabai dan Tomat, Resep Rahasia Gurih dan Segar di Setiap Gigitan

Program ini dilaksanakan menggunakan anggaran Dana Desa dan swadaya pemerintah desa.

“Remaja adalah aset penting bagi masa depan. Jangan sampai generasi mendatang tidak terarah atau mengalami masalah kesehatan. Program ini mengedukasi mereka tentang literasi digital serta pola makan sehat agar tidak salah menggunakan teknologi maupun mengonsumsi makanan berbahaya,” ujarnya.

Hilman menambahkan, selain edukasi digital dan kesehatan, peserta juga mendapatkan materi dari BPOM dan Puskesmas mengenai keamanan pangan.

Ia berharap Program JUARA dapat terus berkelanjutan sebagai bentuk komitmen desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan “Adu Banteng” di Citeureup

“Pemdes Cihideung Ilir tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, terutama anak remaja agar siap menyongsong generasi emas,” jelasnya.

Penggagas Program JUARA, Teti Rosniawati, menyebutkan kegiatan ini awalnya berlangsung di tingkat RW sebelum akhirnya diperluas ke tingkat desa karena dinilai memiliki dampak positif.

Ia menyoroti pentingnya literasi digital, mengingat derasnya informasi di media sosial yang harus disaring dengan bijak oleh para remaja.

Selain itu, Teti juga menekankan pentingnya pengetahuan soal keamanan pangan dan persoalan gizi ganda, yakni kondisi kekurangan gizi dan gizi berlebih yang dapat memicu penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Baca Juga :  7 Manfaat Ginseng untuk Kesehatan, Dari Mencegah Flu Sampai Meningkatkan Daya Ingat

“Program JUARA nantinya akan terus menghadirkan kegiatan literasi di berbagai bidang. Ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk beraktivitas positif sekaligus mengenalkan mereka pada dunia usaha lewat sinergi bersama koperasi, Puskesmas, dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Teti berharap pemerintah dapat memberikan dukungan penuh agar Program JUARA dapat terus berkembang dan melahirkan generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.***

Wartawan : Andreas