NARASIITODAY.COM – Play victim atau berperan sebagai korban adalah perilaku di mana seseorang selalu merasa dirinya dirugikan atau disakiti, meskipun situasinya belum tentu demikian.
Mereka kerap menunjukkan pola pikir dan sikap yang membuat dirinya terlihat lemah dan kurang berdaya, sehingga terus menerus merasa terjebak dalam keadaan sulit. Kebiasaan ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa membuat hubungan dengan orang lain semakin rumit. Berikut ini lima perilaku khas dari orang yang play victim yang perlu diketahui agar bisa mengenali dan menghadapinya dengan bijak.
1. Selalu Menyalahkan Orang Lain
Orang dengan pola pikir play victim cenderung mengalihkan tanggung jawab atas kesalahan atau masalah yang dihadapinya kepada orang lain. Mereka tidak mau mengakui kesalahan sendiri dan lebih sibuk mencari siapa yang harus disalahkan, sehingga sering menimbulkan konflik dan suasana negatif dalam hubungan.
2. Tidak Mencari Solusi, Hanya Fokus pada Masalah
Daripada berusaha keluar dari masalah, mereka lebih suka meratapi kesulitan dan terus mengulang keluhan. Sikap ini menjadi jebakan mental yang membuat mereka sulit berkembang dan justru memperparah kondisi yang dihadapi.
3. Merasa Tidak Berdaya dan Lemah
Orang yang play victim sering merasa dirinya tidak punya kekuatan untuk mengubah sesuatu. Keyakinan bahwa usaha mereka tidak akan membuahkan hasil membuat mereka pasrah dan cenderung menggunakan status korban sebagai alasan untuk tidak bertindak.
4. Membesar-besarkan Masalah dan Mendramatisasi Keadaan
Untuk menarik perhatian atau simpati, mereka sering melebih-lebihkan kesulitan yang dialami. Drama yang dibangun berlebihan ini membuat orang di sekitarnya jadi sulit memahami mana masalah yang benar-benar serius dan mana yang cuma dilebih-lebihkan.
5. Memanipulasi Emosi Orang Lain
Dengan berperan sebagai korban, mereka kerap menggunakan taktik manipulasi emosional agar orang lain merasa kasihan dan memberikan perhatian atau bantuan lebih. Ini bisa membuat orang di sekitar merasa lelah atau terjebak dalam pola hubungan yang tidak sehat.
Kesimpulan
Memahami perilaku play victim penting agar kita bisa mengelola hubungan dengan lebih sehat, baik dalam lingkungan profesional maupun personal. Jika menemukan tanda-tanda ini pada diri sendiri atau orang sekitar, penting untuk mulai mengubah pola pikir dan berkomunikasi dengan terbuka agar tidak terjebak dalam korban kebiasaan yang merugikan.***
Editor : Alysa
Sumber : liputan6.com














