NARASITODAY.COM, WASHINGTON — Indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat menunjukkan penurunan tajam di bulan November, sebuah gejala yang menunjukkan meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap prospek lapangan kerja dan kondisi keuangan pribadi mereka. Analis menduga penurunan sentimen ini sebagian besar dipicu oleh dampak berkepanjangan dari penutupan (shutdown) pemerintah federal yang baru saja berakhir.
Menurut laporan dari The Conference Board yang dikutip oleh Reuters pada Selasa (25/11/2025), indeks kepercayaan konsumen anjlok menjadi 88,7 bulan ini. Angka ini turun signifikan dari posisi bulan Oktober yang direvisi naik menjadi 95,5.
Penurunan tersebut jauh lebih dalam dari perkiraan para ekonom. Sebelumnya, survei Reuters memproyeksikan indeks hanya akan turun tipis menjadi 93,4 dari angka 94,6 yang sempat dilaporkan pada bulan Oktober.
Kekhawatiran Inflasi dan Politik Dominasi Pikiran Konsumen
Data dari The Conference Board menyoroti beberapa faktor utama yang memberatkan pikiran konsumen AS. Dana Peterson, kepala ekonom di The Conference Board, mencatat bahwa selain masalah harga, politik menjadi sentimen yang dominan.
“Tanggapan tertulis konsumen terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian terus didominasi oleh referensi harga dan inflasi, tarif dan perdagangan, serta politik, dengan peningkatan penyebutan penutupan pemerintah federal,” kata Dana Peterson.
Meskipun kekhawatiran mengenai pasar tenaga kerja sedikit mereda, isu ini tetap menjadi perhatian utama bagi rumah tangga.
“Penyebutan pasar tenaga kerja sedikit mereda, tetapi masih menonjol di antara semua tema lain yang sering muncul yang belum disebutkan. Nada keseluruhan dari laporan tertulis bulan November sedikit lebih negatif dibandingkan bulan Oktober,” pungkas Peterson, menggarisbawahi pergeseran pesimisme di kalangan konsumen seiring mendekatnya akhir tahun.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














