Jerman Panas! Massa Blokade Giessen Lawan Organisasi Pemuda Ekstrem AfD

0
Jerman
Pertemuan AfD di Giessen untuk meresmikan organisasi pemuda baru, Generation Deutschland, berubah chaos setelah bentrokan keras pecah antara aktivis kiri “Resist” dan pendukung AfD.Foto : dw.com

NARASITODAY.COM, JERMAN – Pertemuan besar Partai populis sayap kanan Jerman, Alternative for Germany (AfD), di Giessen pada Sabtu (29/11/2025) untuk mendirikan organisasi pemuda baru mereka, Generation Deutschland (GD), diwarnai kekerasan jalanan dan bentrokan sengit. Acara tersebut disambut dengan demonstrasi massa besar-besaran oleh aktivis sayap kiri.

Kelompok aktivis kiri, yang tergabung dalam “Resist”, turun ke jalan sejak pagi hari, berupaya memblokir jalan, menerobos barikade polisi, dan menyerang anggota serta simpatisan AfD yang tiba di lokasi.

Bentrokan antara aktivis sayap kiri dan pendukung AfD membuat kota tersebut mencekam, memaksa polisi menggunakan peralatan pengendali massa seperti semprotan merica dan gas air mata. Kekerasan tersebut dilaporkan memakan korban luka dan kerugian material.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Bogor Akan Cek Status Jalan Kampung Cibuntu agar Segera Diperbaiki

“Kelompok-kelompok pengunjuk rasa secara besar-besaran menghalangi lalu lintas. Aparat penegak hukum berulang kali menggunakan semprotan merica dan meriam air untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang tidak terkendali, yang kemudian melemparkan suar dan proyektil lainnya ke arah petugas dan menyerang langsung barisan polisi,” ujar Kepolisian Giessen dalam laporannya.

Kepolisian Giessen melaporkan sedikitnya 15 petugas mengalami luka ringan, dan satu kuda polisi terluka dalam kekacauan tersebut. Sejumlah pengunjuk rasa juga memerlukan perawatan darurat di rumah sakit.

Baca Juga :  Ketua dan Bendahara Jaringan Jurnalis Bogor Cuti Demi Netralitas di Pilkada 2024

Rekaman yang beredar daring menunjukkan tingkat kekerasan yang tinggi, termasuk serangan terhadap anggota parlemen AfD, Julian Schmidt, hingga terjatuh ke tanah. Mobil-mobil yang membawa anggota AfD atau jurnalis juga diserang, bahkan kendaraan polisi dilaporkan dirusak, memaksa petugas meninggalkan tempat kejadian setelah kaca samping mobil mereka pecah.

Meskipun terjadi kerusuhan yang menunda jadwal, upaya untuk menggagalkan acara AfD hanya berhasil sebagian. Pertemuan tersebut tetap sukses mendirikan kepengurusan GD, dengan Jean-Pascal Hohm terpilih sebagai ketua.

Baca Juga :  Aksi Demonstrasi Mengatasnamakan HMI MPO, Pj Bupati Bogor Klarifikasi dengan Pengurus Resmi

Pendirian GD ini bertujuan menggantikan sayap pemuda AfD sebelumnya, Young Alternative (JA). JA dibubarkan pada Maret lalu setelah dilabeli sebagai kelompok ekstremis oleh badan intelijen federal Jerman, sebuah tindakan yang mencerminkan pandangan keras AfD yang anti-imigrasi dan anti-Islam.

Keberhasilan pembentukan GD di tengah badai protes ini menggarisbawahi tekad partai populis tersebut untuk merekrut dan memobilisasi generasi muda, meskipun dihadapkan pada perlawanan keras dari kelompok oposisi.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com