FaceTime Ikut Kena, Rusia Tutup Akses Barat demi Keamanan Nasional

0
FaceTime
Ilustrasi Snapchat. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, MOSKOW – Pemerintah Rusia kembali memperluas cengkeramannya atas ruang digital di negara tersebut, dengan langkah terbaru memblokir akses ke aplikasi media sosial Snapchat dan menerapkan pembatasan ketat pada layanan panggilan video milik Apple, FaceTime.

Keputusan ini menambah panjang daftar platform digital global yang telah dibatasi di Rusia sejak invasi ke Ukraina pada tahun 2022.

Langkah pengetatan ini diambil oleh Roskomnadzor, regulator internet Rusia. Mengutip Reuters pada 5 Desember, Roskomnadzor menuding kedua aplikasi tersebut:

“digunakan untuk mengorganisasi aksi terorisme, merekrut pelaku, hingga melakukan penipuan terhadap warga.”

Baca Juga :  5 Alasan Mengapa Mengulang Materi Belajar Sangat Penting untuk Memperkuat Ingatan!

Kebijakan pembatasan ini menyasar aplikasi yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari dan telah menjadi tren yang berkelanjutan di Rusia. Sebelumnya, pemerintah telah membatasi akses terhadap sejumlah platform global utama, termasuk YouTube milik Google, WhatsApp dan Instagram milik Meta, serta layanan pesan Telegram.

Tak hanya platform komunikasi, pemerintah Rusia juga mulai menargetkan layanan yang populer di kalangan anak-anak dan remaja. Awal pekan ini, pemerintah mengumumkan pemblokiran terhadap platform gim populer Roblox.

Pemerintah mengklaim pemblokiran ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari konten ilegal dan predator seksual yang menggunakan fitur obrolan gim. Berdasarkan data Mediascope, Roblox adalah gim daring terpopuler kedua di Rusia pada Oktober, dengan hampir 8 juta pengguna bulanan, menunjukkan betapa luas dampak dari pembatasan ini.

Baca Juga :  Izin Kampus Kedokteran SMVDMI Dicabut, Mimpi Mahasiswa Terbentur Tembok Identitas

Di tengah serangkaian pembatasan terhadap platform asing, otoritas Rusia justru aktif mendorong penggunaan aplikasi pesan lokal bernama Max. Aplikasi ini dipromosikan sebagai wadah serbaguna untuk berkirim pesan, pembayaran, hingga layanan pemerintahan.

Namun, pengamat digital di Rusia menyuarakan kekhawatiran yang mendalam. Para pengamat menilai aplikasi Max:

Baca Juga :  Ancaman dan Solusi: 5 Prediksi Keamanan Siber Asia Pasifik untuk Tahun 2025!

“lebih menyerupai alat pengawasan, mengingat platform itu secara terbuka menyatakan akan membagikan data pengguna kepada otoritas sesuai permintaan dan tidak menggunakan enkripsi end to end.”

Tindakan keras terhadap Snapchat, FaceTime, dan platform lainnya ini adalah bagian dari upaya yang lebih besar dan terencana di bawah kepemimpinan Vladimir Putin untuk mengendalikan internet. Pemerintah Rusia terus mengesahkan undang-undang yang ketat dan memblokir situs atau platform yang dianggap tidak mematuhi aturan tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber