NARASITODAY.COM, JAKARTA – Panjang umur warga Jepang kerap menjadi sorotan dunia. Tak sedikit yang penasaran, apa sebenarnya rahasia di balik kesehatan dan usia panjang masyarakat Negeri Sakura. Ternyata, jawabannya tidak selalu soal genetik atau makanan mahal, melainkan kebiasaan sehari-hari yang sederhana dan mudah diterapkan.
Seorang dokter bedah saraf asal Amerika Serikat, dr Baibing Chen, membagikan pandangannya mengenai gaya hidup warga Jepang yang berperan besar dalam menjaga kesehatan hingga usia lanjut. Melalui unggahan di media sosial, ia menyoroti rutinitas harian yang tampak sepele, tetapi berdampak besar bagi tubuh dan otak.
Salah satu kebiasaan yang disorot adalah pola makan dengan porsi kecil namun seimbang. Warga Jepang terbiasa mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam jumlah secukupnya, sehingga membantu pencernaan dan mencegah makan berlebihan.
Selain itu, aktivitas fisik juga menjadi bagian dari keseharian. Banyak warga Jepang tetap aktif dengan berjalan kaki, menggunakan tangga, atau bergerak sepanjang hari tanpa harus melakukan olahraga berat. Aktivitas ringan yang konsisten ini dinilai efektif menjaga kebugaran dan sirkulasi darah.
Pengelolaan stres turut menjadi perhatian. Meski hidup di negara dengan ritme cepat, struktur budaya dan rutinitas yang teratur membantu menekan stres berkepanjangan yang bisa mempercepat penuaan. Hubungan sosial yang kuat dengan keluarga dan komunitas juga berperan menjaga kesehatan mental dan emosional.
Tak kalah penting, sistem kesehatan yang menekankan pencegahan dan pemeriksaan rutin membuat berbagai penyakit dapat terdeteksi lebih dini. Kombinasi kebiasaan inilah yang dinilai berkontribusi besar terhadap panjang umur warga Jepang.
Dengan menerapkan pola hidup yang lebih seimbang dan aktif, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin hidup lebih sehat dan berkualitas. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














