Administrasi Belum Rampung, Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Mundur

0
Bupati Bogor Rudy Susmanto usai menghadiri Lokakarya Pelantikan dan Musyawarah Kerja Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB) periode 2025–2030 di Gedung SBS Venue Premier, Rabu (17/12). Foto (Andreas/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Rancabungur-Leuwiliang dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Rudy mengatakan, tahapan administrasi pembebasan lahan sebenarnya sudah dimulai sejak awal 2025. Namun, jika dipaksakan untuk dibayarkan pada akhir tahun ini, dikhawatirkan justru menimbulkan masalah.

“Daripada menimbulkan persoalan di kemudian hari, kita putuskan untuk memundurkan pembayarannya, di awal tahun. Ketua tim pembebasan lahannya Wakil Bupati, dan anggarannya kita alokasikan kembali di awal 2026,” kata Rudy usai menghadiri Lokakarya Pelantikan dan Musyawarah Kerja Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB) periode 2025–2030 di Gedung SBS Venue Premier, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Tuntaskan 516 KM Jalan Dalam Setahun, Dorong Ekonomi dan Percepat Pemerataan Pembangunan

Rudy menjelaskan, apabila dalam 14 hari ke depan proses administrasi belum rampung, maka pembayaran pembebasan lahan akan dilakukan pada awal tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Bogor pun telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp50 miliar.

Baca Juga :  Rawat Jejak Sejarah Daerah, Pemkab Bogor Gelar Sosialisasi dan Serah Terima Arsip Statis

Namun, anggaran tersebut belum cukup untuk menuntaskan seluruh pembebasan lahan. Karena itu, pengerjaan akan dilakukan secara bertahap setiap tahun.

“Anggaran awal Rp50 miliar itu hanya untuk tahap awal pembebasan lahan, belum bisa menyelesaikan semuanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Perkuat Sinergi Penyuluh Pertanian, Dorong Inovasi dan Regenerasi Demi Ketahanan Pangan

Meski demikian, Rudy optimistis pembangunan jalan khusus angkutan barang dan tambang bisa diselesaikan dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar.

“Mudah-mudahan untuk jalan khusus angkutan barang dan tambang, dengan anggaran Rp100 miliar bisa tuntas,” pungkasnya.

Wartawan : Andreas