Perayaan Nataru 2025, Masyarakat Berbondong-bondong Tinggalkan Ibu Kota Menuju Kampung Halaman

0
Nataru
Ilustrasi sasiuan kereta indonesia. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Deru mesin kereta api dan riuh rendah langkah kaki di peron stasiun menjadi pemandangan utama di akhir Desember 2025. Gelombang mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) kini mulai memasuki fase puncaknya. Ribuan warga tampak berbondong-bondong meninggalkan ibu kota, memadati simpul-simpul transportasi utama demi merayakan pergantian tahun di kampung halaman.

Data terbaru menunjukkan lonjakan yang dramatis pada moda transportasi kereta api jarak jauh, di mana jumlah penumpang harian meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat melakukan peninjauan langsung di Stasiun Pasar Senen, Selasa (23/12/2025), mengungkapkan bahwa angka pesanan tiket terus merangkak naik menuju angka tertinggi yang diprediksi terjadi pada 28 Desember mendatang.

“Kita tadi cek juga bahwa kemungkinan prediksi peningkatan pembelian tiket tertinggi di tanggal 28 Desember ya. Dan memang saat ini juga sudah meningkat dari hari biasanya. Tadi dilaporkan yang biasanya 70.000 sampai 80.000 per hari, hari ini tadi sudah ada yang di atas 200.000 ya, 200.000, 219.000 dan akan terus meningkat sampai dengan tanggal 28 Desember nanti,” ujar Kapolri di tengah kerumunan calon penumpang.

Baca Juga :  Kecamatan Klapanunggal Luncurkan SI TANTE Solusi Digital Atasi Masalah Tanda Terima Manual

Lonjakan yang menyentuh angka 219.000 penumpang per hari ini menuntut kewaspadaan tinggi dari aparat keamanan. Kapolri menekankan pentingnya kehadiran petugas di lapangan untuk menjamin keselamatan warga dari ancaman kriminalitas di tengah keramaian.

“Saya kira saya pesan, karena memang traffic-nya padat sekali, kemudian jumlah masyarakat juga sangat banyak, tentunya tolong seluruh petugas yang ada antisipasi, jangan sampai ada permasalahan-permasalahan kriminalitas. Dan petugas-petugas yang ada tolong waspada, pos-pos sudah ada. Masyarakat yang kira-kira memiliki keluhan apa saja, silakan untuk dilaporkan di pos-pos pengaduan yang ada,” tambah Listyo.

Baca Juga :  Soeharto Akan Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Mensesneg Ungkap Alasan Presiden Prabowo

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya memindahkan beban kepadatan dari jalan raya ke angkutan umum. Strategi ini diambil untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan kendaraan roda dua saat perjalanan jauh.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa pemerintah telah meluncurkan program angkutan gratis sebagai solusi konkret bagi masyarakat sekaligus bentuk kehadiran negara di tengah perayaan hari besar.

“Untuk program angkutan gratis ini, kami menyediakan sebanyak untuk 5.500 kendaraan bermotor roda dua yang akan meliputi kurang lebih sekitar 12.700 penumpang. Program ini adalah sebagai bagian dari bentuk kehadiran pemerintah dalam rangka penyelenggaraan angkutan Nataru, di mana program ini untuk meringankan biaya bagi para saudara-saudara kita yang akan melaksanakan perjalanan selama Nataru,” papar Menhub Dudy.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Bogor Akan Cek Status Jalan Kampung Cibuntu agar Segera Diperbaiki

Lebih dari sekadar meringankan biaya, program ini merupakan langkah jangka panjang untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih memilih transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi yang berisiko tinggi di jalur antar kota.

“Ini juga mendorong kepada masyarakat untuk lebih menggunakan angkutan umum dan juga harapannya bahwa dengan program ini, maka penggunaan kendaraan roda dua di jalan itu akan berkurang. Kami tentu berharap bahwa nanti ke depannya, baik dari KAI dan juga Kementerian Perhubungan akan meningkatkan program ini sehingga memicu animo dari masyarakat agar mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di jalan selama angkutan Nataru,” pungkas Dudy.

Kini, dengan pos-pos pengamanan yang telah berdiri dan armada tambahan yang mulai diberangkatkan, pemerintah berharap perayaan Nataru 2025 dapat berjalan lancar tanpa terkendala kemacetan horor maupun gangguan keamanan yang berarti.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com