NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan semakin merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan mental. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa anak muda di Amerika Serikat kini cukup banyak yang menggunakan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mencari nasihat terkait kondisi psikologis mereka.
Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open ini melibatkan lebih dari seribu responden berusia 12 hingga 21 tahun. Hasilnya menunjukkan, sekitar 1 dari 8 anak dan remaja mengaku pernah menggunakan AI untuk berkonsultasi mengenai kesehatan mental.
Mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia 18 hingga 21 tahun. Banyak dari mereka memanfaatkan chatbot setidaknya sebulan sekali dan menilai respons yang diberikan AI cukup membantu dalam menghadapi persoalan emosional maupun stres yang dirasakan.
Para peneliti menilai, tingginya minat anak muda menggunakan AI tidak lepas dari sejumlah faktor, seperti biaya yang relatif murah, respons yang cepat, serta rasa privasi yang lebih terjaga dibandingkan konsultasi tatap muka. Hal ini membuat chatbot AI menjadi alternatif awal bagi mereka yang belum siap atau enggan mencari bantuan profesional.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan. Pasalnya, belum diketahui secara pasti apakah nasihat dari AI digunakan untuk menangani gangguan mental yang sudah terdiagnosis secara medis.
Di tengah meningkatnya penggunaan AI generatif, para peneliti menekankan pentingnya pengembangan sistem yang aman dan bertanggung jawab. Tujuannya agar teknologi ini dapat memberikan manfaat maksimal, sekaligus meminimalkan risiko, terutama bagi anak muda yang tengah berada dalam kondisi rentan. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth













