Korea Utara Kecam AS, Sebut Tindakan “Tak Tahu Malu” dan Merusak PBB

0
Korea Utara
Ilustrasi bendera Korea Utara. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, NEW YORK – Di lorong-lorong kaca markas besar PBB, New York, aroma konfrontasi kembali memuncak. Misi diplomatik Korea Utara secara resmi melontarkan kecaman pedas terhadap Amerika Serikat, menyebut langkah Washington sebagai tindakan “tak tahu malu” yang mengancam kredibilitas organisasi dunia tersebut, Senin (12/1/2026).

Pernyataan keras ini muncul sebagai bentuk penolakan Pyongyang atas rencana pengarahan PBB terkait dugaan pelanggaran sanksi yang dilakukan rezim Kim Jong-un. Dalam rilis yang dimuat kantor berita KCNA, Korea Utara justru membalikkan tudingan dengan menyebut AS sebagai kriminal utama.

Bagi Korea Utara, agenda PBB saat ini telah melenceng dari tujuan awalnya karena tekanan geopolitik Gedung Putih. Pyongyang menilai dunia seharusnya menyoroti tindakan AS daripada terus-menerus mengawasi program nuklir mereka.

Baca Juga :  Rayakan Sinema: Alternativa Film Festival 2024 Gelar Pemutaran Gratis dan Sesi Industry Days!

“Hal yang seharusnya dipertanyakan dan dibahas secara terbuka di PBB sebagai isu paling mendesak adalah tindakan kriminal keji yang dilakukan AS. AS meremehkan keberadaan PBB itu sendiri,” demikian pernyataan resmi misi Korut di PBB sebagaimana dikutip AFP.

Meskipun para diplomat Korut tidak merinci secara spesifik “tindakan kriminal” tersebut, pernyataan ini keluar hanya berselang sepekan setelah otoritas AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Langkah drastis Washington tersebut tampaknya menyulut alarm di Pyongyang, memicu ketakutan lama akan skenario “serangan pemenggalan” atau upaya penggulingan rezim.

Baca Juga :  Perbedaan Usia dan Pemotretan Kontroversial, Ratu Sofya dan Cornelio Sunny Terus Dihujat Netizen

Dalam narasi feature yang lebih mendalam, Pyongyang menggambarkan PBB kini tak lebih dari alat politik sepihak. Mereka menuding Presiden Donald Trump menggunakan arena internasional tersebut untuk memuaskan ego dan kepentingan geopolitiknya.

“Irasionalitas dan penyalahgunaan arena PBB oleh AS untuk memuaskan kepentingan geopolitik sepihaknya tidak boleh dibiarkan. (Washington melakukan) tindakan ilegal dan tidak bermoral yang memalukan serta berupaya menjadikan PBB sebagai bahan olok-olok demi kepentingan sepihak dan egois,” tulis misi tersebut.

Ketegangan ini semakin diperumit oleh pengumuman Presiden Trump pekan lalu bahwa AS berencana keluar dari sejumlah organisasi di bawah naungan PBB yang dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional Amerika.

Baca Juga :  Ketegangan Meningkat: AS Beri Peringatan Keras kepada Iran setelah Serangan Houthi di Yaman

Hingga saat ini, Korea Utara masih terbelenggu oleh serangkaian sanksi Dewan Keamanan PBB akibat ambisi pengembangan nuklir dan rudalnya. Namun, dengan retorika terbaru ini, Pyongyang menunjukkan bahwa mereka tidak akan mundur sedikit pun di bawah tekanan diplomatik yang mereka anggap tidak adil.

Bagi rezim Kim Jong-un, perang kata-kata di New York ini adalah tameng untuk melindungi kedaulatan mereka dari apa yang mereka sebut sebagai diktat Washington di panggung global.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber