Remaja 18 Tahun Tewas Usai Melompat ke Rel Stasiun Gondangdia

0
Stasiun Gondangdia
Ilustrasi Stasiun Gondangdia. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA PUSAT – Riuh rendah suara penumpang yang menanti kereta di jam pulang kantor di Stasiun Gondangdia berubah menjadi jerit kengerian pada Rabu (21/1/2026) sore. Seorang remaja wanita berinisial A (18) dilaporkan tewas setelah melakukan tindakan nekat melompat ke jalur rel tepat saat rangkaian kereta api jarak jauh melaju kencang.

Peristiwa yang memutus keheningan senja itu terjadi sekitar pukul 17.50 WIB, saat peron stasiun tengah dipadati oleh para pekerja yang hendak kembali ke rumah.

Petugas keamanan stasiun yang berjaga menyaksikan langsung detik-detik saat korban bergerak melewati batas aman. Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa korban diduga sengaja melompat ke arah jalur saat KA Gajayana sedang melintas.

Baca Juga :  Jalur Layang dan Stasiun LRT Velodrome-Manggarai Masuki Tahap Akhir Konstruksi

“Petugas Pengamanan Stasiun Gondangdia yang sedang berdinas di Peron 1 Stasiun Gondangdia mendapati salah satu pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel saat kereta api jarak jauh melintas,” ujar Karina dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Seketika, petugas di lapangan berlari menuju ujung Peron 1 untuk melakukan evakuasi. Tubuh remaja tersebut ditemukan dalam kondisi luka serius di antara jalur rel yang dingin.

Meski mengalami benturan hebat, korban dilaporkan masih bernyawa saat petugas membawanya ke Pos Kesehatan Stasiun. Dengan kondisi yang kritis, petugas segera melarikan A ke fasilitas medis terdekat.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Beri Perhatiaan Para Petugas Lapangan Yang Berdedikasi Melayani Masyarakat

“Dilakukan pemeriksaan awal di Pos Kesehatan Stasiun. Pengguna mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini untuk dilakukan pertolongan,” jelas Karina.

Nahas, meski upaya medis darurat telah diupayakan, nyawa remaja berusia 18 tahun tersebut tidak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju Rumah Sakit PGI Cikini.

Insiden memilukan ini menjadi peringatan keras bagi jutaan pengguna jasa kereta api. KAI Commuter menyampaikan duka cita mendalam sekaligus sangat menyayangkan adanya aksi berbahaya yang mencederai standar keselamatan publik tersebut.

Pihak manajemen kembali mengingatkan para pengguna untuk tidak sekali pun meremehkan marka keselamatan yang ada di lantai peron.

Baca Juga :  Pertumbuhan Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Elektrik Melonjak Dua Digit di Maret 2026

“Tidak berdiri melewati garis aman saat menunggu perjalanan kereta di peron,” imbuh Karina dengan tegas.

Kini, area Peron 1 Gondangdia kembali normal, namun jejak tragedi sore itu menyisakan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan di fasilitas umum.

DISCLAIMER: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com