NARASITODAY.COM, BOGOR- Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi adegan kejar-kejaran ala film laga, setelah aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di parkiran Alfamart Kampung Kiray Cucuk, RT 02 RW 07, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 21.45 WIB.
Dalam rekaman video yang beredar di grup perpesanan WhatsApp, tampak satu orang yang diduga pelaku diamankan warga dalam kondisi mengenaskan akibat amukan massa. Peristiwa tersebut terjadi setelah warga tersulut emosi usai aksi pencurian diketahui.
Korban, M. Abdul Rozak, seorang mahasiswa yang juga menjabat sebagai asisten kepala toko Alfamart, dibuat kaget bukan main saat alarm sepeda motor miliknya tiba-tiba berbunyi ketika ia tengah melakukan closing toko. Bukannya maling kabur diam-diam, alarm justru “teriak” lebih dulu.
Merasa ada yang tidak beres, Rozak langsung berlari ke luar toko. Namun, alih-alih mendapati motornya masih terparkir rapi, Honda Beat Street warna silver tahun 2022 dengan nomor polisi F-3925-FHM sudah raib dari tempatnya.
Tak tinggal diam, korban bersama seorang saksi segera melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor lain. Benar saja, sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, motor tersebut terlihat dikendarai oleh orang tak dikenal.
Korban dan saksi pun spontan berteriak meminta bantuan warga sekitar. Suasana yang tadinya lengang mendadak ramai.
Panik dikejar warga, pelaku memilih meninggalkan motor curian dan melarikan diri ke arah perkebunan kelapa sawit.
Berkat peran aktif dan gotong royong masyarakat, satu orang pelaku berhasil diamankan. Sementara satu pelaku lainnya memilih kabur dan hingga kini masih dalam pencarian.
Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, bersama tim reskrim segera turun ke lokasi untuk mengamankan terduga pelaku dari amukan massa yang sudah tersulut emosi.
Pelaku yang berhasil diamankan diketahui berinisial EG, sedangkan rekannya berinisial MR masih diburu aparat kepolisian.
“Peran aktif masyarakat sangat membantu aparat kepolisian dalam mengungkap tindak kriminal. Namun kami menekankan agar pelaku tetap diserahkan kepada pihak berwenang supaya proses hukum berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi tindakan main hakim sendiri,” ujar AKP Budi Sehabudin, Minggu (25/1/2026).
Ia juga membenarkan bahwa terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa di wilayah Desa Kiarapandak, Kecamatan Sukajaya, sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Wartawan : Andreas














