Anggota Kongres AS Ilhan Omar Diserang Saat Pertemuan Publik di Minneapolis

0
Ilhan Omar
Anggota Kongres Ilhan Omar diserang dengan cairan berbau busuk saat pertemuan publik di Minneapolis, namun tetap melanjutkan forum dan menegaskan sikapnya untuk tidak tunduk pada intimidasi.Foto : minnpost.com

NARRASITODAY.COM, MINNEAPOLIS – Ketegangan politik di Amerika Serikat memuncak menjadi aksi fisik saat anggota Kongres Ilhan Omar diserang oleh seorang pria tak dikenal di tengah pertemuan publik di Minneapolis, Selasa (27/1/2026). Tokoh Muslim keturunan Somalia ini disemprot zat berbau busuk menggunakan alat suntik sebelum pelaku berhasil ditaklukkan oleh petugas keamanan.

Meski sempat terjadi kepanikan singkat di ruangan tersebut, Omar menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Ia menolak untuk menghentikan diskusi dan memilih melanjutkan presentasinya setelah jeda beberapa menit.

Detik-Detik Penyerangan di Podium

Suasana balai kota semula dipenuhi riuh tepuk tangan saat Omar melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan imigrasi. Namun, atmosfer berubah mencekam ketika seorang pria tiba-tiba merangsek ke arah podium. Sebuah rekaman video memperlihatkan pria tersebut menyemprotkan cairan ke arah Omar sebelum seorang petugas bertubuh besar menjatuhkannya ke lantai.

Baca Juga :  Departemen Keuangan AS Kenakan Sanksi terhadap Senator Kamboja dan Jaringan Penipuan Internasional

Bau menyengat segera memenuhi ruangan, memicu komentar cemas dari para hadirin. “Dia menyemprotkan sesuatu padanya,” teringat suara seorang wanita dalam rekaman tersebut di tengah aroma busuk yang merebak.

Keteguhan Omar terlihat jelas saat ia berusaha membersihkan diri di depan publik yang masih terkejut.

“Saya butuh serbet. Kita akan melanjutkan (diskusi),” ujar Omar dengan nada tenang saat pelaku digelandang keluar oleh petugas Kepolisian Minneapolis.

Kritik Keras yang Berujung Kericuhan

Serangan tersebut terjadi tepat saat Omar sedang menyerukan pembubaran Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) serta menuntut pengunduran diri Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem. Isu ini memanas menyusul insiden penembakan dua warga AS dalam razia imigrasi di Minneapolis baru-baru ini.

Baca Juga :  Green Day Tampilkan 24 Lagu Hits di Jakarta, Termasuk ‘American Idiot’ dan ‘Holiday’

“ICE tidak dapat direformasi, tidak dapat direhabilitasi, kita harus menghapus ICE untuk selamanya, dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem harus mengundurkan diri atau menghadapi pemakzulan,” tegas Omar sesaat sebelum insiden terjadi.

Kepolisian Minneapolis mengonfirmasi bahwa pelaku telah ditahan dengan tuduhan penyerangan tingkat tiga. Meski zat yang digunakan belum teridentifikasi secara medis, polisi memastikan Omar tidak mengalami luka fisik serius.

Serangan ini tidak lepas dari latar belakang perseteruan sengit antara Omar dan Presiden Donald Trump. Beberapa saat sebelumnya, Trump melalui media sosial Truth Social melontarkan serangan verbal yang sangat tajam, bahkan menyerukan agar Omar dipulangkan ke Somalia.

Baca Juga :  Jelajahi 5 Danau Terindah di Michigan, Surga Wisata Air di Amerika Serikat

“Dia seharusnya dipenjara, atau bahkan mendapat hukuman yang lebih berat, dikirim kembali ke Somalia… Dia bisa membantu MEMBUAT SOMALIA HEBAT KEMBALI!” tulis Trump dalam unggahannya.

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat AS di Minnesota menegaskan bahwa aksi penyerangan ini tidak akan membungkam suara Omar. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut pelaku sebagai “provokator” dan menekankan bahwa Omar dalam kondisi baik.

“Dia melanjutkan acara pertemuan publik tersebut karena dia tidak membiarkan para pengganggu menang,” tulis pernyataan tersebut, menegaskan posisi Omar yang menolak terintimidasi oleh kekerasan fisik maupun tekanan politik.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com