NARASITODAY.COM – Minum air putih kerap dianggap sebagai kebiasaan sehat yang nyaris tanpa risiko. Anjuran “minum delapan gelas sehari” sudah lama melekat di benak masyarakat.
Namun para ahli kesehatan mengingatkan, konsumsi air yang berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan serius pada tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai overhydration atau hiponatremia, ketika keseimbangan cairan dan elektrolit terganggu.
Berikut lima peringatan tubuh yang bisa muncul akibat minum air putih secara berlebihan.
1. Sakit Kepala yang Tidak Biasa
Alih-alih menyegarkan, kelebihan air dapat menyebabkan pembengkakan sel, termasuk sel otak. Tekanan ini memicu sakit kepala, rasa berat di kepala, hingga pusing yang datang tanpa sebab jelas.
2. Mual dan Muntah
Ketika kadar natrium dalam darah menurun akibat terlalu banyak cairan, sistem pencernaan bisa bereaksi. Gejalanya antara lain mual, muntah, dan perut terasa tidak nyaman. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gangguan lambung biasa.
3. Warna Urin Terlalu Jernih
Urin berwarna bening sering dianggap tanda tubuh terhidrasi sempurna. Namun jika terlalu sering terjadi, itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh menerima cairan melebihi kebutuhan. Idealnya, warna urin berada di kisaran kuning pucat.
4. Kram dan Kelemahan Otot
Kelebihan air dapat mengencerkan elektrolit penting seperti natrium dan kalium. Akibatnya, otot menjadi lemah, mudah kram, bahkan terasa gemetar. Pada kondisi tertentu, aktivitas fisik justru terasa lebih berat meski tubuh cukup minum.
5. Pembengkakan pada Tangan dan Kaki
Retensi cairan bisa menyebabkan pembengkakan ringan pada ekstremitas, terutama jari tangan dan kaki. Cincin terasa sempit, sepatu mendadak sesak tanda bahwa keseimbangan cairan tubuh terganggu.
Para pakar menekankan bahwa kebutuhan air setiap orang berbeda, tergantung usia, aktivitas, cuaca, dan kondisi kesehatan. Alih-alih memaksakan jumlah tertentu, mendengarkan sinyal tubuh seperti rasa haus dan warna urin dinilai lebih aman.
Minum air putih tetap penting untuk kesehatan. Namun seperti halnya asupan lain, keseimbangan adalah kunci. Terlalu sedikit berisiko dehidrasi, terlalu banyak pun dapat berdampak negatif bagi tubuh.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














