NARASITODAY.COM, JAKARTA – Fujianti Utami kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap pengalaman pahitnya sebagai korban dugaan penggelapan dana hampir Rp1 miliar oleh mantan rekan kerjanya. Alih-alih mendapat dukungan penuh, Fuji justru mengaku menerima banyak komentar negatif dari sebagian netizen yang mempertanyakan sikap dan ketelitiannya dalam mengelola keuangan.
Dalam keterangannya, Fuji menyebut dirinya bingung sekaligus lelah menghadapi respons tersebut. Ia merasa posisinya sebagai korban justru terabaikan, sementara sorotan publik lebih banyak diarahkan pada kesalahan pribadi yang dituduhkan kepadanya. Padahal, menurut Fuji, kasus ini terjadi di tengah jadwal kerjanya yang sangat padat.
Fuji juga menjelaskan bahwa aktivitasnya sebagai figur publik membuatnya sering kelelahan secara fisik dan mental. Setelah bekerja seharian, ia mengaku kerap memilih beristirahat atau menghabiskan waktu bersama teman-teman, sehingga tidak selalu mengecek detail keuangan secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Fuji mengungkap bahwa dugaan penggelapan tersebut tidak dilakukan oleh satu orang saja. Ia menyebut adanya kerja sama beberapa pihak yang saling menutupi, sehingga praktik tersebut sulit terdeteksi dalam waktu lama. Hal inilah yang membuat kasus tersebut baru terungkap setelah berjalan cukup lama.
Menghadapi pengkhianatan dari orang kepercayaan sekaligus komentar miring dari publik, Fuji tak menampik dirinya merasa sangat kelelahan. Kerugian materi, proses hukum yang memakan waktu, hingga tekanan mental dari opini netizen menjadi beban yang harus ia tanggung bersamaan.
Meski begitu, Fuji tetap berharap kasus yang tengah ia jalani bisa segera menemui titik terang. Ia juga ingin masyarakat lebih memahami posisi korban, alih-alih menyalahkan pihak yang justru dirugikan. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikhot














